
Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk Halim Hartono Perdana saat menjelaskan tentang strategi pengembangan AI agent yang bernilai bisnis kepada peserta seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” di Grand Hyatt, Jakarta. (Istimewa).
JawaPos.com - Perusahaan kini berlomba mengembangkan AI agent untuk mengotomatisasi pekerjaan, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan produktivitas. Perusahaan riset pasar global IDC memproyeksikan pada 2028 akan ada sekitar 1,3 miliar AI agent sejagat. Bahkan, pada 2030, 45% perusahaan di antaranya diperkirakan akan mengorkestrasi AI agent dalam skala yang cukup besar.
Masalahnya, banyak perusahaan yang hanya mengembangkan AI agent tanpa menghasilkan nilai bisnis. Tantangan ke depan buka lagi memiliki AI agent, tapi bagaimana berbagai agen yang ada saling terhubung dan menjadi bagian dari proses bisnis.
Halim Hartono Perdana, Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk, dalam seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology dan Microsoft Indonesia di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (24/9), mengatakan, perusahaan tidak cukup hanya memiliki banyak AI agent.
“Yang lebih penting adalah memastikan agent-agent tersebut memahami konteks bisnis, terhubung dengan data dan alur kerja (workflow) yang tepat, serta menghasilkan output yang benar-benar mendukung tujuan bisnis. Di sinilah transformasi AI mulai bergeser dari sekadar penggunaan teknologi menjadi perubahan cara perusahaan bekerja,” ungkapnya.
Menurutnya, setidaknya ada tiga tantangan utama yang muncul ketika perusahaan mulai memperluas penggunaan AI agent. Pertama, konteks bisnis. Agent membutuhkan akses dan pemahaman terhadap dokumen, percakapan, alur kerja, dan berbagai informasi agar dapat menghasilkan respons dan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Kedua, aspek security dan governance. Semakin banyak agent digunakan, semakin besar pula kebutuhan perusahaan akan visibility, control, dan safeguards, serta mekanisme tata kelola yang konsisten.
Ketiga, delivery ke lingkungan produksi. AI memang mempercepat pembuatan code, tetapi belum tentu mempercepat delivery, karena proses review, testing, governance, dan validasi keamanannya tetap harus dilakukan.
Ia menjelaskan, saat ini Microsoft memiliki satu sistem untuk membangun AI agent yang kompatibel bagi perusahaan. Sistem itu mencakup enam fungsi yang saling terhubung, antara lain Build menggunakan GitHub dan Copilot Studio, Contextualize melalui Microsoft IQ, Run dan Optimize menggunakan Microsoft Foundry, Govern melalui Agent 365, serta Surface melalui Microsoft Teams dan Microsoft 365.
Pendekatan terintegrasi tersebut dirancang agar agent tidak menjadi tools yang berdiri sendiri, melainkan dapat dibangun, dijalankan, dikelola, dan digunakan dalam satu ekosistem. Pendekatan seperti itu penting karena perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar membuat AI agent.
“Ketika berbagai kemampuan ini terhubung, perusahaan dapat membangun agent dengan lebih mudah, memberikan konteks bisnis yang tepat, menerapkan governance dan security yang konsisten, serta membawa agent ke tempat karyawan bekerja sehari-hari. Dengan begitu, AI agent memiliki peluang lebih besar untuk bergerak dari prototipe menuju produksi dan memberikan dampak yang terukur,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022