Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 02.59 WIB

Microsoft Tawarkan Sistem Terintegrasi Bangun AI Agent Bernilai Bisnis 

Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk Halim Hartono Perdana saat menjelaskan tentang strategi pengembangan AI agent yang bernilai bisnis kepada peserta seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” di Grand Hyatt, Jakarta. (Istimewa). - Image

Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk Halim Hartono Perdana saat menjelaskan tentang strategi pengembangan AI agent yang bernilai bisnis kepada peserta seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” di Grand Hyatt, Jakarta. (Istimewa).

JawaPos.com - Perusahaan kini berlomba mengembangkan AI agent untuk mengotomatisasi pekerjaan, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan produktivitas. Perusahaan riset pasar global IDC memproyeksikan pada 2028 akan ada sekitar 1,3 miliar AI agent sejagat. Bahkan, pada 2030, 45% perusahaan di antaranya diperkirakan akan mengorkestrasi AI agent dalam skala yang cukup besar. 

Masalahnya, banyak perusahaan yang hanya mengembangkan AI agent tanpa menghasilkan nilai bisnis. Tantangan ke depan buka lagi memiliki AI agent, tapi bagaimana berbagai agen yang ada saling terhubung dan menjadi bagian dari proses bisnis.

Halim Hartono Perdana, Director Business Development & Innovation PT Multipolar Technology Tbk, dalam seminar bertema “The Next Frontier of Enterprise Intelligence: Unlocking Business Value with Autonomous AI” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology dan Microsoft Indonesia di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (24/9), mengatakan, perusahaan tidak cukup hanya memiliki banyak AI agent. 

“Yang lebih penting adalah memastikan agent-agent tersebut memahami konteks bisnis, terhubung dengan data dan alur kerja (workflow) yang tepat, serta menghasilkan output yang benar-benar mendukung tujuan bisnis. Di sinilah transformasi AI mulai bergeser dari sekadar penggunaan teknologi menjadi perubahan cara perusahaan bekerja,” ungkapnya.

Menurutnya, setidaknya ada tiga tantangan utama yang muncul ketika perusahaan mulai memperluas penggunaan AI agent. Pertama, konteks bisnis. Agent membutuhkan akses dan pemahaman terhadap dokumen, percakapan, alur kerja, dan berbagai informasi agar dapat menghasilkan respons dan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. 

Kedua, aspek security dan governance. Semakin banyak agent digunakan, semakin besar pula kebutuhan perusahaan akan visibility, control, dan safeguards, serta mekanisme tata kelola yang konsisten. 
Ketiga, delivery ke lingkungan produksi. AI memang mempercepat pembuatan code, tetapi belum tentu mempercepat delivery, karena proses review, testing, governance, dan validasi keamanannya tetap harus dilakukan. 

Ia menjelaskan, saat ini Microsoft memiliki satu sistem untuk membangun AI agent yang kompatibel bagi perusahaan. Sistem itu mencakup enam fungsi yang saling terhubung, antara lain Build menggunakan GitHub dan Copilot Studio, Contextualize melalui Microsoft IQ, Run dan Optimize menggunakan Microsoft Foundry, Govern melalui Agent 365, serta Surface melalui Microsoft Teams dan Microsoft 365. 

Pendekatan terintegrasi tersebut dirancang agar agent tidak menjadi tools yang berdiri sendiri, melainkan dapat dibangun, dijalankan, dikelola, dan digunakan dalam satu ekosistem. Pendekatan seperti itu penting karena perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar membuat AI agent. 

“Ketika berbagai kemampuan ini terhubung, perusahaan dapat membangun agent dengan lebih mudah, memberikan konteks bisnis yang tepat, menerapkan governance dan security yang konsisten, serta membawa agent ke tempat karyawan bekerja sehari-hari. Dengan begitu, AI agent memiliki peluang lebih besar untuk bergerak dari prototipe menuju produksi dan memberikan dampak yang terukur,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore