Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 23.30 WIB

WIKA Optimistis Pengambilalihan Whoosh bikin Kinerja Keuangan Membaik

kereta cepat pada acara China-Indonesia Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). - Image

kereta cepat pada acara China-Indonesia Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

JawaPos.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menilai pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh oleh pemerintah dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Direktur Keuangan WIKA Mulyadi mengatakan, kinerja keuangan saat ini masih terdampak oleh kondisi keuangan KCIC yang mencatatkan imbal hasil negatif.

Sebab, WIKA masih menjadi salah satu pemegang saham KCIC, sehingga perseroan harus memperhitungkan kinerja keuangan KCIC dalam laporan keuangannya.

“Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA,” kata Mulyadi dalam paparan publik (pubex) secara virtual, di Jakarta, Kamis (1/10).

Mulyadi menjelaskan, kondisi tersebut membuat WIKA harus membukukan bagian dari kinerja negatif KCIC dalam laporan keuangannya. Dengan demikian, kinerja KCIC turut memberikan tekanan terhadap laporan laba rugi WIKA.

“Jadi, saat ini konsolidasi keuangan WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke equity negatif, karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham,” tutur Mulyadi.

“Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah, ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah. Maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA,” tambahnya.

Mulyadi berharap proses pengambilalihan bisa rampung tahun ini. Adapun pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di KCIC atau Whoosh.

Porsi saham tersebut selama ini dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sementara sebesar 40 persen saham sisanya tetap akan dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore