Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 04.36 WIB

Telkom akan Fokus Kembangkan Al, Targetkan Pertumbuhan Besar di B2B ICT

Media gathering Telkom Indonesia di Jakarta, Kamis (14/8) bahas strategi Telkom dalam lima tahun ke depan. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Media gathering Telkom Indonesia di Jakarta, Kamis (14/8) bahas strategi Telkom dalam lima tahun ke depan. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tren kecerdasan buatan, Artificial Intelligence atau AI yang tengah mendominasi peta industri teknologi global kini menjadi fokus utama Telkom Indonesia dalam strategi bisnis jangka menengah. 

Perusahaan pelat merah ini menetapkan empat portofolio utama yang akan digenjot selama empat tahun ke depan: Business-to-Consumer (B2C), Business-to-Business (B2B) Infrastruktur, B2B ICT untuk pelanggan korporasi, dan bisnis internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur IT Digital Telkom Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi. Melalui jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/8), arah bisnis baru ini dikatakan sepenuhnya mengacu pada prinsip customer centric, yakni mengembangkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pelanggan di setiap segmen. 

Untuk B2B ICT, Telkom membidik setidaknya 12 sektor industri strategis, mulai dari logistik, layanan kesehatan, pertambangan, hingga usaha kecil dan menengah (UKM).

"Setiap sektor harus mendapatkan solusi yang unik, yang bisa dikustom sesuai karakteristik industrinya. Fokus kami mencakup pengembangan AI, keamanan siber (cyber security), Internet of Things (IoT), dan layanan cloud," jelas Faizal.

Faizal menegaskan, AI akan menjadi tulang punggung seluruh strategi digital Telkom ke depan. Ia menyebutnya sebagai killer solution bagi pelanggan. 

"Tanpa AI, menjual produk digital apa pun rasanya sekarang sulit laku," ujarnya.

Meski terlihat baru mengikuti arus hype AI yang mendunia dalam beberapa tahun terakhir, Faizal mengungkapkan bahwa Telkom sejatinya telah mengembangkan teknologi ini sejak tujuh tahun lalu. 

Saat itu, AI dikemas dalam bentuk data analytics dan solusi analitik cerdas yang kini berevolusi menjadi platform AI BigBox. "Dengan AI BigBox, kami memiliki lebih dari 50 solusi AI yang bisa diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, rumah sakit, hingga smart city di berbagai daerah," ungkap Faizal.

Dia juga menjelaskan, AI bukan lagi proyek uji coba bagi Telkom. Menurut Faizal, solusi AI BigBox telah cukup matang dan berhasil membukukan pendapatan signifikan. 

"AI Telkom sudah menghasilkan revenue sekitar Rp 1 triliun, dan ini akan menjadi salah satu fokus pengembangan kami dalam lima tahun kedepan," tegasnya.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan arah perkembangan global, di mana AI kini digunakan untuk mengoptimalkan hampir semua sektor industri, mulai dari otomasi proses manufaktur, layanan kesehatan prediktif, efisiensi logistik, hingga tata kelola kota pintar.

Dikatakannya, Indonesia sendiri menjadi lahan subur bagi pengembangan AI, mengingat tingginya pertumbuhan pengguna internet, meluasnya adopsi cloud computing, serta meningkatnya kesadaran perusahaan akan pentingnya keamanan data. 

AI juga menjadi salah satu teknologi yang masuk dalam prioritas pemerintah untuk transformasi digital nasional. Telkom melihat peluang ini bukan hanya untuk memperkuat pasar domestik, tetapi juga untuk memperluas ekspansi ke ranah internasional. 

"Kami memiliki visi agar solusi digital karya Telkom dapat bersaing di tingkat global. AI, IoT, dan cloud service akan menjadi ujung tombak kami," kata Faizal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore