Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Korsel dan GGGI dalam penandatanganan nota kesepahaman pengembangan bus listrik di Bali, Denpasar, Rabu (13/12). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menjalin kolaborasi dalam pengembangan ekosistem transportasi publik berupa bus listrik di Bali.
Dikutip dari Antara pada Rabu (13/12), hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, di Denpasar, Rabu (13/12).
Vivi menuturkan bahwa pengembangan bus listrik tersebut dilakukan untuk mencapai target emisi nol bersih tahun 2060 dan transportasi merupakan sektor kedua tertinggi penyumbang emisi selama ini.
Dalam mencapai target tersebut dibutuhkan beberapa langkah, dan Bali khususnya wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dijadikan percontohan selama tiga tahun ke depan.
“Jadi Bali memberikan wadah mengujicobakan instrumen, pastinya ada trial and error jadi bukan hanya belajar yang baiknya tapi juga kelemahannya, cari solusinya mudah-mudahan 3 tahun ini Bali bisa menjadi model sukses untuk kita kembangkan di 20 kota besar lainnya,“ jelas Vivi.
Ekosistem transportasi yang dimaksud meliputi infrastruktur pendukung bus listrik, mulai dari pengadaan busnya, stasiun pengisian daya, rute, trotoar, hingga menyiapkan operator di lapangan.
Proyek uji coba sistem kendaraan listrik dan pengembangan peta jalan investasi transportasi hijau di Bali tersebut bernilai 8,8 juta dolar AS atau sekitar Rp137,6 miliar, dengan pelaksanaannya didukung oleh mitra kedua negara yaitu Global Green Growth Institute (GGGI).
Pengenmbangan transportasi tersebut, kata Vivi, hingga Desember 2027 nanti akan dibantu oleh GGGI, khususnya dalam hal studi kelayakan, pelaksanaan, finansial, dan penyediaan bus listrik sampai ekosistem pendukungnya.
Kepala Perwakilan GGGI Indonesia, Jaeseung Lee menuturkan bahwa proyek tersebut adalah kerja sama pertama bagi pihaknya dengan Pemerintah Indonesia dalam sektor kendaraan listrik setelah 10 tahun menjadi mitra.
Menurutnya, sebagai upaya Kementerian PPN/Bappenas dalam menarik minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik, harus memikirkan keinginan masyarakat sendiri, yaitu mendapat layanan yang nyaman dan murah.
Direktur Biro Perubahan Iklim dan Kerja Sama Internasional Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea, Suy Hyun Lee menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan proyek bus listrik tersebut, bahkan lebih jauh negaranya menawarkan kerja sama lain terutama dalam bidang lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022