Proyek Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.
JawaPos.com – Meski belum resmi operasional, namun Bandara Internasional Dhoho Kediri telah memiliki proyeksi jumlah penumpang yang nantinya mampu mereka layani. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDHi), Maksin Arisandi.
Maksin menuturkan, Bandara Internasional Dhoho Kediri diproyeksikan mampu melayani 10 juta penumpang per tahun, secara bertahap. Pada tahun pertama, pihak bandara menargetkan 1,5 juta penumpang. Kemudian meningkat hingga nanti bisa mencapai 10 juta penumpang per tahunnya.
Maksin mengungkap bahwa target ini sudah rasional, mengingat jumlah penduduk yang ada di Jawa Timur juga sangat banyak. Terutama di wilayah Mataraman yang memiliki 10 juta penduduk.
Wilayah Mataraman yang memiliki 13 kota dan kabupaten itu akan menjadi target market Bandara Dhoho. Mulai dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungaung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ponorogo.
Selain itu juga ada Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi. Daerah-daerah ini adalah wilayah yang sebelumnya tergabung dalam Karesidenan Kediri dan Madiun.
Sementara itu, Maksin menjelaskan bahwa untuk mencapai jumlah penumpang hingga 10 juta per tahun, maka dibutuhkan proses yang bertahap. "Setelah mematok penumpang 1,5 juta di tahun pertama, setelah itu targetnya dinaikkan. menjadi 4,5 juta penumpang per tahun. Jika tahap kedua itu tercapai, maka selanjutnya adalah mendapatkan 10 juta penumpang per tahun," ungkap Direktur PT SDHi, seperti yang dilansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Senin (11/12).
Optimisme dari pihak yang menginisiasi pembangunan bandara ini mampu menarik jumlah penumpang sesuai dengan target yang ditetapkan, lantaran didukung oleh peningkatan fasilitas penunjang. Bahkan diketahui, beberapa tahun ke depan, akses menuju bandara akan menjadi lebih lengkap dengan adanya dua jalur tol, yaitu tol Kediri-Tulungagung dan Kediri-Kertosono.
Saat ini, pihak bandara sedang menunggu hasil kalibrasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menyatakan bahwa, proses kalibrasi akan berlangsung hingga hari ini, Senin (11/12).
Jika proses berjalan lancar, Kemenhub akan memberikan surat sementara kepada bandara. Surat tersebut akan digunakan untuk soft opening bandara. Berdasarkan informasi yang diperoleh, surat tersebut direncanakan akan diberikan pada pertengahan pekan ini, karena pada 15 Desember, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan melakukan soft opening.
Dalam acara soft opening itu, beberapa kegiatan akan dilakukan termasuk pendaratan (landing) dan lepas landas pesawat (take off). Jika semuanya sesuai rencana, beberapa pejabat nasional, termasuk Menhub Budi Karya akan menyaksikan langsung soft opening tersebut.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
