
ILUSTRASI: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mengungkap, sebanyak 80 persen Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) belum berkompeten.
JawaPos.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mengungkap, sebanyak 80 persen Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) belum berkompeten. Hal ini diklaim menyebabkan penyedia lapangan kerja menurunkan minatnya untuk merekrut peserta didik LPK.
"Separuh lebih LPK di Jateng masih belum berkompeten. Kebanyakan masih menggunakan kurikulum lama dalam pengajaran. Sehingga kurang diterima untuk industri masa kini," kata Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertans Jateng, Esti Triany Listiawati, Selasa (21/8).
Esti sendiri menyebut, ada seribu lebih LPK di Jateng. Dimana 35 diantaranya milik pemerintah pusat dan provinsi. Sementara sisanya dikelola swasta. Sebagian besar, menurutnya, masih membutuhkan pendampingan.
Sistem pengajaran yang masih menggunakan metode lama, seperti yang disebutkan Esti tadi, ditengarai menjadi penyebab menurunnya minat penyedia lapangan kerja untuk merekrut peserta didik LPK. Di saat bersamaan, jumlah peminatnya pun menjadi menurun dan menyebabkan banyak LPK tutup.
Esti mengatakan, penyedia lapangan kerja masa kini lebih melirik LPK dengan kurikulum modern. Hal ini tentu sejalan dengan perkembangan zaman.
"LPK sekarang harusnya lebih update. Dengan memperbarui kurikulum, alat-alat dan fasilitas teknologi terkini. Lembaga pelatihan menjahit contohnya, kini kurang diminati. Karena yang diajarkan dan fasilitasnya masih itu-itu saja. Komputer juga, kalau cuma word dan excel, sekarang anak SD saja sudah diajarkan," terangnya.
Selain itu, menurutnya, LPK juga harus melakukan sertifikasi. Langkah itu, lanjut Esti, mampu berimbas pada meningkatnya mutu pendidikan yang diajarkan dan tentunya bisa kembali menarik minat masyarakat.
"Sertifikasi tersebut membuktikan jika LPK tersebut berkompeten melahirkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Lulusan pun pastinya bakal memiliki nilai lebih dan kian dilirik perusahaan," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
