Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Agustus 2018 | 04.40 WIB

Jenazah Anaknya Tertahan di Jerman, Umi Salamah Tagih Janji Kemenlu

MENUNGGU KETIDAKPASTIAN: Ibunda Shinta, Umi Salamah memeluk foto anaknya yang berada disamping batu nisan yang telah disiapkan. - Image

MENUNGGU KETIDAKPASTIAN: Ibunda Shinta, Umi Salamah memeluk foto anaknya yang berada disamping batu nisan yang telah disiapkan.

JawaPos.com – Jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi, mahasiswi asli Malang yang tewas tenggelam di Jerman beberapa waktu lalu hingga kini belum tiba di tanah air. Ada kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga ketika mengetahui jenazah anaknya tak kunjung diterbangkan ke Indonesia.


Salah satunya terkait simpang siurnya informasi yang diterima terkait pemberangkatan jenazah. Ibunda Shinta, Umi Salamah mengatakan, dirinya sebelumnya telah dijanjikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) jika anak perempuannya tersebut akan dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (17/8) lalu.


"Katanya Jumat late night waktu setempat akan diberangkatkan ke Indonesia. Ya seharusnya sudah tiba disini hari Sabtu (18/8)," ujarnya pada JawaPos.com, Minggu (19/8).


Namun, pada kenyataannya, hingga Sabtu (18/8) sore, kabar mengenai kepulangan jenazah Shinta tak kunjung datang. Umi pun sempat menghubungi pihak Kemenlu dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), namun tidak ada balasan. 


Di tengah-tengah kekhawatiran tersebut, Umi mendapatkan kabar dari Kepala Cargo Gapura yang menginfokan jika Shinta akan diterbangkan ke Indonesia pada tanggal 23 Agustus mendatang melalui Thai Airways. Namun, tak langsung percaya dengan info tersebut, ibu tiga anak itu kemudian mengkonfirmasi ke Kemenlu dan KJRI. Hasilnya pun cukup membuat Umi tak habis pikir.


"Konfirm ke Kemenlu dan KJRI tidak tahu ada info tersebut," ujarnya.


Dari info tersebut, Umi pun merasa ada dua kejanggalan terkait peristiwa ini. "Pertama berita (penerbangan tanggal 23 Agustus) itu hoax. Kedua, jika info itu benar, berarti tidak ada koordinasi antara KJRI dengan maskapai penerbangan," paparnya. 


Selanjutnya, Umi baru mendapat balasan dari pihak Kemenlu pada Minggu (19/8) pagi. "Tadi pagi baru dijawab, ada WA (WhatsApp) dari Kemenlu. Kemenlu dan KJRI masih upayakan maskapai yang bisa angkut Shinta dengan sebaik baiknya dan secepat-cepatnya," kata dia.


Umi pun merasa jika keluarganya saat ini digantungkan oleh pihak baik Kemenlu maupun KJRI. Apalagi, sanak saudara Shinta juga sudah berkumpul untuk menyambut kepulangan jenazah Shinta. "Ini sudah 8 hari lebih. Masih menggantung sampai kapan?," keluhnya. 


Umi pun berharap, Kemenlu dan KJRI tegas. Menurutnya, hal ini merupakan masalah kehormatan negara dan martabat bangsa. "Kalau Kemenlu punya rasa nasionalisme kuat, pasti akan bersikap tegas. Ini mahasiswa yang belajar di luar negeri (juga) untuk negara," terangnya. 


Dia mengungkapkan, pihaknya sudah kehabisan energi, pikiran, batin, hingga perasaan. Apalagi ditambah dengan adanya berita yang simpang siur. 


Sebagaimana diberitakan, mahasiswi asal Malang, Shinta Putri Dina Pertiwi yang sedang menempuh kuliah di Universitas Bayreuth, Jerman dilaporkan tewas tenggelam di Danau Trebgaster, Bavaria, Jerman. Sebelumnya, Shinta dilaporkan hilang pada Rabu (8/8) lalu. Berdasarkan hasil otopsi, Shinta tewas karena murni kecelakaan.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore