Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Juni 2023 | 00.05 WIB

Hore, Gunung Ijen Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark

Kawasan Wisata Gunung Ijen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). - Image

Kawasan Wisata Gunung Ijen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

JawaPos.com–Kawasan Wisata Gunung Ijen dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Penetapan taman wisata geologi di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso itu sebagai UGGp, dilakukan dalam sidang tahunan di Markas UNESCO di Paris, Prancis, bulan lalu.

Penyerahan sertifikat resmi kepada pengelola Ijen Geopark akan dilaksanakan pada September di Maroko. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas penetapan tersebut.

”Kebanggaan yang luar biasa, satu lagi objek wisata geologi di Jatim dinobatkan sebagai UGGp,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (4/6).

Ijen Geopark dinyatakan lulus sidang Council UNESCO di Provinsi Satun, Thailand, pada 5 September 2022, dengan nilai terbaik di antara geopark lain. Geopark Ijen memperoleh tertinggi dengan keunikan geologi, biologi, budaya, serta fenomena alam blue fire di kawasan Gunung Ijen. Itu menjadikan pesona Geopark Ijen yang diakui dunia.

”Saat proses assessment Geopark Ijen memperoleh skor 873. Hingga saat ini capaian skor tersebut masih merupakan capaian tertinggi di antara aspiring UNESCO Global Geopark di Indonesia yaitu Geopark Belitung dengan nilai skor 850, maupun Geopark Maros Pangkep dengan nilai skor 869,” jelas Khofifah.

Khofifah berharap, status baru Gunung Ijen tersebut akan berdampak signifikan bagi daya tarik wisata Gunung Ijen lebih-lebih untuk wisatawan mancanegara. Sehingga berdampak pada perekonomian warga setempat dan Jawa Timur pada umumnya.

”Semoga ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara maupun Nusantara, sehingga dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tutur Khofifah.

Khofifah menambahkan, dengan pengakuan dari UNESCO, seluruh situs geologi, budaya, dan hayati, yang dimiliki Ijen akan dipromosikan oleh UNESCO. Sehingga Ijen UGGp akan semakin dikenal luas secara internasional dan meningkatkan kunjungan pariwisata.

Menurut Khofifah, peluang pendanaan menjadi semakin lebar karena keberadaan Ijen yang sudah menjadi UGGp semakin dikenal luas di level global. Itu juga membuka peluang investasi bagi para calon investor yang akan berinvestasi di Ijen.

”Khususnya komunitas ramah lingkungan, yang menjunjung tinggi budaya lokal dan mengikutsertakan masyarakat lokal dalam memberdayakan ekonomi,” jelas Khofifah.

Pengajuan Gunung Ijen sebagai UGGp dimulai sejak 2020. Mulai penyusunan dokumen administrasi Ijen Geopark, pembuatan logo, hingga pembentukan Badan Pengelola Ijen Geopark yang diketuai kepala Bappeda Jatim.

Geopark Ijen harus ditetapkan menjadi Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan mengikuti assessment berjenjang di tingkat UNESCO sampai sidang dewan UNESCO di Thailand pada 5 September 2022.

Status yang sama menurut Khofifah sebenarnya juga pernah diraih Jatim untuk Geopark Gunung Sewu di Pacitan, Gunung Kidul, dan Wonogiri, pada 2016 dan sudah divalidasi kembali statusnya pada 2019.

”Jadi di Jatim saat ini sudah ada 2 geopark berstatus UNESCO Global Geopark. Untuk Ijen Geopark lebih istimewa karena wilayahnya 100 persen ada di Jatim. Ini menjadi kebanggaan bukan Jawa Timur dan Indonesia,” ucap Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore