
Tim gabungan Gakkum Kemnhut menghentikan tambang emas ilegal di kawasan hutan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (5/8). (Kemenhut/Antara)
JawaPos.com–Tim BPK RI dikabarkan akan turun ke wilayah tengah dan timur untuk melakukan investigasi kerusakan lingkungan. BPK RI dinilai mempunyai inisiatif untuk melakukan langkah awal menginvestigasi kerusakan lingkungan di wilayah timur dan tengah.
”Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih langkah-langkah yang diambil BPK RI,” papar tokoh muda Sulawesi Tengah Abdul Rachman Thaha.
Dia menilai aktivitas tambang dengan frekuensi sangat tinggi itu telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah. Aktivitas tambang itu dilakukan pengusaha tambang, baik legal maupun ilegal.
”Kerusakan lingkungan sudah sangat massif dan parah. Dampak kerusakan lingkungan ini sangat merugikan bagi masyarakat di daerah. Seperti mempengaruhi kualitas air dan dampak bencana alam banjir setiap musim hujan,” tandas Abdul Rachman Thaha.
Dia berharap selain untuk melakukan investigasi kerusakan lingkungan BPK bisa menindaklanjuti dampak perekonomian yang menimbulkan potensi kerugian negara yang cukup besar. Potensi kerugian ini dapat menimbulkan efek pada perekonimian negara.
”Saya yakin dan percaya dengan inisiatif BPK RI ini sangat baik buat pemerintah, apalagi Presiden Prabowo menyatakan tidak segan-segan menindak para cukong dan yang membekengi tambang ilegal,” ujar Abdul Rachman Thaha.
Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menghentikan operasi tambang emas illegal. Kemenhut mengamankan dua ekskavator di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
”Penindakan dilakukan sebagai respons cepat kami atas laporan masyarakat terkait aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang menggunakan alat berat jenis ekskavator dan merusak kawasan hutan di wilayah Sulawesi Tengah,” kata Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi Kemenhut Ali Bahri seperti dilansir dari Antara.
Langkah itu penting dilakukan mengingat lokasi penangkapan tersebut mengalami banjir bandang yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dampak kerusakan lingkungan.
Dia menjelaskan Balai Gakkum Wilayah Sulawesi mengamankan dua unit alat berat ekskavator yang digunakan untuk menambang emas secara ilegal di dua lokasi berbeda di Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa (5/8). Tim Gakkum bergerak bersama tim dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong, Satuan Pol PP Parigi Moutong, serta unsur TNI dari Denpom XIII/2 Palu.
Turut diamankan barang bukti berupa alat pendukung kegiatan tambang ilegal, di antaranya satu unit mesin diesel, sembilan buah jerigen ukuran 35 liter berisi solar, dan 1 unit mesin alkon.
Satu orang penanggung jawab berinisial H juga diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, dengan pendalaman lebih lanjut terus dilakukan untuk mengungkapkan pihak yang terlibat. Dia diancam hukum pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.
Ali Bahri mengatakan Balai Gakkumhut Wilayah Sulawesi berkomitmen dalam melindungi kawasan hutan dari tindak pidana kehutanan, yang merupakan cermin dari konsistensi dan integritas dalam menjaga serta melindungi kawasan hutan.
”Balai Gakkumhut Wilayah Sulawesi mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian hutan dengan melaporkan setiap indikasi pelanggaran hukum bidang kehutanan,” ucap Ali Bahri.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
