
Lutut kanan Nurhaji (kiri) harus diperban setelah dibacok oleh Alfdolin, Kamis dini hari (13/9)
JawaPos.com- Seorang laki-laki bermama Afdolin, 32, warga Brondong, Lamongan terpaksa dilumpuhkan polisi Kamis dini hari (13/9). Laki-laki yang diduga mengalami gangguan jiwa itu melakukan penganiayaan di Pondok Pesantren An-Nidhomiyyah, Kelurahan Sidorejo, Tuban.
Alfdolin tiba-tiba mengamuk dan membacok salah seorang tamu pondok pesantren tersebut bernama Nurhaji, 45. Pelaku juga sempat menyerang seorang anggota Reskrim Polres Tuban Aipda Zainal Arifin.
Dikonfirmasi JawaPos.com, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera tidak banyak menerangkan terkait perkembangan penyidikan kasus itu. Barung menyatakan,polisi masih mendalami kasus tersebut.
Butuh waktu agak lama untuk mengumpulkan fakta dan bukti. Sebab, pelaku tewas usai dilumpuhkan polisi. Namun, sudah ada beberapa saksi di lokasi kejadian yang sudah dimintai keterangan. "Sebenarnya sudah ada hasil. Tapi kami belum dapat menyampaikan hasilnya, karena kejadiannya baru tadi pagi. Jadi sabar dulu saja," terang Barung, Kamis (13/9) siang.
Fakta awal yang didapat, Afdolin sempat bekerja di Pondok Pesantren An-Nidhomiyyah. Dia dipekerjakan oleh seorang pengurus pondok pesantren bernama Achmad Musyafa.
Namun, Alfdolin diusir karena pernah berbuat onar sejak tiga hari lalu. Perbuatannya itu meresahkan para santri. ”Dia (Afdolin) ini pernah tinggal di pondok pesantren itu selama dua bulan. Dia kerja sebagai tenaga kebersihan," tambah Barung.
Rabu malam (12.9), Afdolin kembali berulah. Dia mendatangi pondok pesantren sekitar pukul 22.00 WIB. Dia datang dengan membawa parang lantas mengamuk. Beberapa santri mencoba menghadang Afdolin.
Namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Afdolin berhasil masuk ke dalam pondok pesantren dengan memanjat pagar di sisi belakang. Setelah masuk, tanpa basa-basi Alfodlin langsung melayangkan parangnya ke arah Nurhaji.
Akibat sabetan parang itu, Nurhaji mengalami luka di lutut kanan. Sontak, suasana di dalam pondok pesantren menjadi gaduh usai pembacokan itu. Beberapa Santri kemudian berinsiatif melapor ke polisi.
Personil reserse Polres Tuban cepat merespon laporan itu. Polisi sempat berekelahi dengan Alfodlin. Lantaran dianggap membahayakan, korps berseragam cokelat terpaksa menghadiahi timah panas. Alfdolin berhasil diamankan sekitar pukul 03.30 WIB.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
