
Pikap Mahindra untuk operasional Koperasi Merah Putih mulai diserahkan ke desa. (Radar Tuban)
JawaPos.com - Kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih mulai dibagikan ke desa-desa. Namun, penggunaan aset tersebut belum jelas, sementara pemerintah desa sendiri tidak memiliki kendali atas pengelolaannya.
Dilansir dari Radar Tuban, kendaraan berupa truk, pikap 4x4, dan roda tiga itu tidak berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melainkan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Akibatnya, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menentukan bagaimana kendaraan tersebut digunakan.
Di sisi lain, fungsi kendaraan tersebut dalam operasional koperasi juga belum terdefinisi secara jelas. Bahkan, di tingkat daerah, penjelasan terkait peruntukan kendaraan masih bersifat normatif.
Kepala Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Tuban, Abdul Wahab, menyebut pemerintah desa hanya menerima kebijakan dari pusat tanpa ruang untuk menentukan kebutuhan di lapangan.
Baca Juga:Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Dia mencontohkan, secara geografis wilayahnya membutuhkan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian di daerah perbukitan. Namun, jumlah kendaraan yang tersedia belum tentu sesuai kebutuhan.
“Kalau ngomong kebutuhan, minimal lima unit. Kalau di desa lain tidak kepakai, bisa dialihkan ke Desa Dagangan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mempertanyakan apakah kendaraan tersebut boleh digunakan untuk membantu aktivitas petani, mengingat pengelolaannya berada di bawah koperasi.
“Kalau boleh, ya bagus. Tapi kami tidak punya kewenangan terhadap operasional kendaraan KDMP,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di daerah pesisir seperti Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Kepala desa setempat, Aji Agus Wiyoto, menilai kendaraan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan maupun peralatan seperti mesin kapal dan jaring.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
