
Pikap Mahindra untuk operasional Koperasi Merah Putih mulai diserahkan ke desa. (Radar Tuban)
JawaPos.com - Kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih mulai dibagikan ke desa-desa. Namun, penggunaan aset tersebut belum jelas, sementara pemerintah desa sendiri tidak memiliki kendali atas pengelolaannya.
Dilansir dari Radar Tuban, kendaraan berupa truk, pikap 4x4, dan roda tiga itu tidak berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melainkan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Akibatnya, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menentukan bagaimana kendaraan tersebut digunakan.
Di sisi lain, fungsi kendaraan tersebut dalam operasional koperasi juga belum terdefinisi secara jelas. Bahkan, di tingkat daerah, penjelasan terkait peruntukan kendaraan masih bersifat normatif.
Kepala Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Tuban, Abdul Wahab, menyebut pemerintah desa hanya menerima kebijakan dari pusat tanpa ruang untuk menentukan kebutuhan di lapangan.
Baca Juga:Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Dia mencontohkan, secara geografis wilayahnya membutuhkan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian di daerah perbukitan. Namun, jumlah kendaraan yang tersedia belum tentu sesuai kebutuhan.
“Kalau ngomong kebutuhan, minimal lima unit. Kalau di desa lain tidak kepakai, bisa dialihkan ke Desa Dagangan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mempertanyakan apakah kendaraan tersebut boleh digunakan untuk membantu aktivitas petani, mengingat pengelolaannya berada di bawah koperasi.
“Kalau boleh, ya bagus. Tapi kami tidak punya kewenangan terhadap operasional kendaraan KDMP,” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di daerah pesisir seperti Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Kepala desa setempat, Aji Agus Wiyoto, menilai kendaraan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan maupun peralatan seperti mesin kapal dan jaring.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
