Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Desember 2024 | 05.02 WIB

Bantah Lakukan Pelecehan Seksual Pada MAP, Agus Buntung Beralibi Suka Sama Suka

IWAS alias Agus Buntung saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/12). (Lombok Post/ JPG) - Image

IWAS alias Agus Buntung saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/12). (Lombok Post/ JPG)

JawaPos.com - Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual berinisial IWAS alias Agus Buntung secara tegas membantah telah melakukan tindakan pelecehan seksual.

Dia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memperkosa mahasiswi berinisial MAP yang kini didampingi oleh Ade Lativa dan organisasi Senyumpuan. Menurut dia, hubungan badan yang dia lakukan bersama MAP atas dasar suka sama suka. 

Dikutip dari Lombok Post pada Rabu (4/12), Agus menyatakan bahwa dirinya sudah tidak ingin terlalu banyak bicara. Dia merasa heran lantaran baru belakangan ini MAP melapor.

”Kenapa dilaporkan sekarang. Kenapa tidak dari dulu. Saya tidak ingin berbicara lebih banyak agar tidak salah ngomong,” kata dia dikutip Lombok Post (Jawa Pos Grup). Agus merupakan penyandang disabilitas tunadaksa, dia kini terseret kasus dugaan pelecehan seksual yang korbannya mencapai sepuluh orang. 

Meski tegas membantah pernah melecehkan MAP dan memperkosa mahasiswi tersebut, Agus  tidak membantah bahwa dirinya dan MAP pernah melakukan hubungan badan. Menurut dia, tindakan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Mereka berhubungan badan di salah satu homestay.

”Kami suka sama suka. Mungkin karena dia ditekan sama pacarnya, makanya dia melaporkan ini ke Polda NTB,” ucap Agus. 

Dia pun menceritakan awal mula perkenalan dengan MAP. Yakni dari pertemuan pertama di Teras Udayana. Sempat ngobrol singkat, Agus mengaku meminta tolong untuk diantar ke kampus. Namun, MAP justru mengajaknya ke salah satu homestay.

Di tempat itulah mereka melakukan hubungan badan. ”Dia yang buka pintu, dia yang bukakan celana saya, dan pasangin lagi. Saya pertama kali berhubungan (badan) dengan dia. Tidak ada imbalan sama sekali,” kata Agus. 

Di sisi lain, Ade Lativa mengaku kini sudah ada sepuluh orang korban yang mengaku jadi korban pelecehan seksual oleh Agus. Menurut Ade, para korban tindak kuat menghadapi respons warganet atas kasus tersebut. Apalagi tidak sedikit yang malah menyudutkan korban. Sehingga tekanan yang mereka alami kini bertambah. Kini mereka berdiri bersama organisasi Senyumpuan untuk mengungkap kasus tersebut. 

”Kami yakin semua akan terbuka. Apalagi kalau saya lihat keterangan pelaku sekarang berubah-ubah. Awalnya dia bilang tidak pernah memperkosa dan merasa menjadi korbannya. Kemudian sekarang dibuat pernyataan suka sama suka,” terang Ade

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore