Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Oktober 2024 | 20.25 WIB

Bupati Konsel Sebut Pencopotan Camat Baito Tak Terkait dengan Supriyani

Bupati Konsel Surunuddin Dangga (kiri) bersama Camat Baito yang dicopot Sudarsono. (La Ode Muh Deden Saputra/Antara) - Image

Bupati Konsel Surunuddin Dangga (kiri) bersama Camat Baito yang dicopot Sudarsono. (La Ode Muh Deden Saputra/Antara)

JawaPos.com–Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga menyebut, pencopotan Camat Baito Sudarsono tidak berkaitan dengan yang bersangkutan sering mendampingi kasus guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Baito, Supriyani.

Bupati Konsel Surunuddin Dangga mengatakan, pergantian Camat Baito Sudarsono oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Konsel Ivan Ardiansyah merupakan bentuk pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kepada Sudarsono.

”Ditarik ke staf (Camat Baito Sudarsono) Sekretariat Pemda sebagai pembinaan kinerja,” kata Surunuddin Dangga seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, pencopotan Camat Baito itu bukan karena alasan Sudarsono sering mendampingi Supriyani, melainkan beberapa hal yang disesalkan oleh dirinya selaku Bupati Konawe Selatan. Salah satunya karena dirinya sama sekali tidak menerima laporan dari Camat Baito terkait kasus Supriyani yang viral di berbagai media sosial.

”Saya lihat sudah beredar di mana-mana. Tiba-tiba saya ditelepon (Sudarsono) mobil saya ditembak, ini kan parah, padahal kita belum bisa pastikan itu karena tembakan atau apa harus diuji dulu,” ujar Surunuddin Dangga.

Surunuddin Dangga juga menyesalkan tindakan Camat Baito Sudarsono saat diwawancarai yang langsung menyebutkan bahwa pecahnya jendela kaca mobil dinas Camat Baito itu disebabkan tembakan.

”Yang saya sesalkan, saat wawancara (Sudarsono) memakai pakaian dinas mengatakan ditembak (mobil dinas Camat Baito), ini hal yang fatal,” jelas Surunuddin Dangga.

Dia menyampaikan, salah satu fungsi camat adalah perpanjangan tangan dari Bupati untuk membuat situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya isu penembakan itu dapat membuat situasi di Kecamatan Baito menjadi mencekam dan membuat warga menjadi takut.

”Saya tidak mau daerah saya di Konawe Selatan dianggap rawan, Sehingga daerah Baito itu dianggap daerah gelap karena ada penembakan,” tutur Surunuddin Dangga.

Meski pencopotan terhadap Sudarsono dilakukan, Surunuddin mengungkapkan pihaknya tetap akan memberikan pendampingan kepada guru honorer SDN 4 Baito Supriyani dalam menghadapi perkaranya di pengadilan.

”Pendampingan terhadap Supriyani adalah tugas dari pemerintah,” ucap Surunuddin Dangga.

Dia menambahkan, setelah putusan yang dikeluarkan pengadilan terkait dengan kasus Supriyani dan keluarga Aipda Wibowo Hasyim, pihaknya akan tetap mendamaikan kedua belah pihak. Sebab, mereka berdua merupakan warga yang tinggal dalam satu kawasan di Kecamatan Baito.

Sementara itu, Sudarsono mengungkapkan permohonan maaf kepada Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga. Sebab, tidak melaporkan kejadian yang menimpa warga di Kecamatan Baito.

”Saya memohon maaf kepada Pak Bupati,” ucap Sudarsono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore