
Ilustrasi aksi unjuk rasa buruh.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan tidak ada yang akan melakukan aksi demo turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.
”Tidak ada demo turun ke jalan. Alhamdulillah, terima kasih,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Andri Darusman di Bandung seperti dilansir dari Antara.
Andri menjelaskan, Pemkot Bandung akan memfasilitasi para buruh dengan menggelar rangkaian kegiatan pada peringatan Hari Buruh Internasional yang berlangsung pada Minggu (5/5) di Harris Convention Center Festival Citylink, Kota Bandung.
”Kegiatan ini akan diikuti sekitar 1.500 perwakilan pekerja buruh dari dunia usaha Kota Bandung,” kata Andri Darusman.
Dia mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Buruh Internasional sebagai ajang kerja bersama wujudkan pekerja buruh yang kompeten.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyebut, tema peringatan Hari Buruh Internasional menjadi sebuah semangat dalam mencerminkan keterlibatan seluruh para pelaku dunia usaha. Tema peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2024 di Kota Bandung adalah Jadikan Momentum May Day 2024 untuk Satukan Hati, Rasa dan Pikiran dalam Meraih Kesejahteraan Bersama.
”Kota Bandung adalah rumah kita bersama. Kalau sudah berbicara rumah, maka harus kita jaga bersama dari berbagai sektor. Sebagai penghuni yang ada di dalamnya, mari kita jaga Bandung sebagai kota yang aman, nyaman, dan kondusif,” kata Hikmat.
Dia juga mengajak seluruh pihak menjaga Kota Bandung sebagai kota yang aman, nyaman, dan kondusif. Mulai dari pemerintah, anggota pekerja, para pengusaha yang memperlihatkan komitmen untuk membangun hubungan industrial yang bermartabat.
”Mari ciptakan kondisi saya aman, saya nyaman, dan saya menyenangkan. Kalau semuanya menyenangkan, tentu saja suasana bekerja pun menjadi lebih menarik. Kreativitas, inovasi, gagasan, dan ide positif akan muncul,” tutur Hikmat Ginanjar.
Dia berharap dengan terbangunnya keharmonisan hubungan yang dijalin antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah (tripartit), maka setiap persoalan atau perbedaan kepentingan dapat diselesaikan dengan menjunjung tinggi asas musyawarah untuk mufakat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
