
Para pemuda mengarak ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan, Bali.
JawaPos.com–Majelis Desa Adat Tabanan mengimbau kepada umat Islam yang akan melaksanakan salat tarawih tidak menggunakan pengeras suara karena permulaan Ramadhan akan bersamaan dengan Hari Raya Nyepi pada Senin (11/3).
”Imbauan yang dikeluarkan tersebut sebagai bentuk toleransi umat beragama dengan tujuan agar pelaksanaan Nyepi dan salat tarawih dapat berjalan lancar,” kata Ketua Majelis Desa Adat Tabanan I Made Tontra seperti dilansir dari Antara di Tabanan, Bali, Jumat (8/3).
Majelis Desa Adat Tabanan meminta untuk kedua umat beragama agar menjaga toleransi dan saling menghormati pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang bertepatan dengan datangnya bulan puasa. Menurut Made Tontra, dalam pelaksanaan salat tarawih oleh warga muslim di Kabupaten Tabanan, pihaknya juga akan melibatkan pecalang dan pihak kepolisian untuk memastikan jalannya sholat tersebut berjalan lancar, aman, dan damai.
”Kita berharap toleransi antar umat Hindu dan muslim di Bali pada perayaan Nyepi dan Ramadhan ini tetap terjaga harmonis,” ujar Made Tontra.
Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, menjelang Nyepi, Polres Tabanan menerjunkan sekitar 500 personel untuk mengamankan jalannya malam pengrupukan atau pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan.
”Ratusan personel yang terdiri dari petugas Bhabinkamtibmas dan intelijen akan memantau, mengawasi jalannya perayaan pawai ogoh-ogoh dan aktivitas masyarakat di malam pengrupukan satu hari jelang Nyepi,” kata Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes.
Dedy Defretes menjelaskan selain mengawasi jalannya pawai ogoh-ogoh, yang menjadi fokus pengamanan jelang Nyepi adalah mengawasi aktivitas masyarakat khususnya anak-anak muda dari potensi keributan pada malam pengrupukan.
”Kami akan mengawasi pergerakan aktivitas anak-anak muda yang nongkrong melebihi jam malam terlebih mereka yang meminum-minuman keras. Dari minuman keras itu biasanya muncul keributan, ini yang kita harus hindari, makanya kami akan pantau terus hingga pawai ogoh-ogoh berakhir,” ujar Leo Dedy Defretes.
Terkait dengan warga yang sampai saat ini masih melakukan aktivitas pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing Banjar, Polres Tabanan mengimbau agar aktivitas tersebut tidak mengganggu pengguna jalan dan kegiatan warga di Tabanan.
”Kami berharap kerja sama kepolisian dan masyarakat dapat terjalin dengan baik sehingga perayaan Nyepi dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Leo Dedy Defretes.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022