Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2024 | 17.40 WIB

Anggaran Rp 150 Miliar Disiapkan untuk Renovasi Pasar Lawang, Pemkab Malang Jelaskan Konsep Perubahannya

Pasar Lawang direnovasi habiskan dana 150 miliar./Radar Malang - Image

Pasar Lawang direnovasi habiskan dana 150 miliar./Radar Malang

JawaPos.com - Pasca kebakaran April 2019 silam, bangunan Pasar Lawang belum tersentuh perbaikan. Baru pada tahun ini rencana revitalisasi Pasar Lawang diajukan melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang memerlukan sekitar Rp 150 miliar untuk merealisasikan renovasi pasar Lawang tersebut.

Dilansir dari Radar Malang pada Rabu (7/2), Kepala Disperindag Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi mengatakan perbaikan dilakukan secara menyeluruh tidak hanya bagian pasar yang terdampak kebakaran. Renovasi mempertimbangkan faktor keamanan, keindahan kenyamanan dan keselamatan.

Baca Juga: 5 Negara Tersembunyi yang Harus Anda Kunjungi Sebelum Ramai Wisatawan

"Konsepnya mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan nomor 21 tahun 2021 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan," ujar Mahila

Di antaranya, Pasar Lawang akan dilengkapi dengan toilet pos keamanan ruang laktasi ruang peribadatan sarana dan akses pemadaman kebakaran, tempat penampungan sampah sementara sarana air bersih, listrik dan sebagainya.

Pengajuan usulan tersebut hingga kini masih terus berprosess.

"Usulan revitalisasi Pasar Lawang sudah dalam progres penyusunan studi pendahuluan yang difasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Malang," tambahnya.

Baca Juga: Banjir Genangi Terminal Purabaya di Sidoarjo saat Hujan Deras, Berikut Permasalahan Menurut Kabid Humas Terminal

Sementara itu, Perwakilan Pemkab Malang, Tomie Herawanto mengatakan studi pendahuluan untuk revitalisasi Pasar Lawang sudah tuntas. Targetnya sebelum pemilihan kepala daerah tahun 2024, Surat Perintah Kerja (SPK) sudah diterbitkan. Sehinga proses lelang dapat segera dimulai.

Terkait gedung pasar akan dibangun sesuai dnegan konstruksi bangunan gedung hijau dan bertingkat.

"Pelaksanaannya meliputi konstruksi pasar di bagian selatan dan utara, jembatan penghubung bangunan pelengkap dan lainnya," tambahnya.

Baca Juga: Putri Denny Caknan dan Bella Bonita Lahir Terlalu Cepat, Aslinya Ternyata Bayi Kembar

Kebakaran sekitar lima tahun yang lalu memang membuat 456 pedagang kehilangan kiosnya. Namun sebanyak 148 pedagang masih bisa berjualan di tempatnya. Sementara 211 pedagang harus direlokasi.

Sebab tidak ada tempat untuk mereka berjualan. Kemudian 97 pedagang berjualan di tempat penampungan sementara yang terbangun dari galvalum.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore