Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 September 2022 | 02.53 WIB

Bakal Dipakai di 200 Titik, Pemkot Semarang Terapkan Parkir Elektronik

Penerapan parkir elektronik ditandai dengan penyerahan mesin EDC kepada perwakilan juru parkir oleh Wali Kota Semarang Dr Hendrar Prihadi. - Image

Penerapan parkir elektronik ditandai dengan penyerahan mesin EDC kepada perwakilan juru parkir oleh Wali Kota Semarang Dr Hendrar Prihadi.

JawaPos.com - Penerapan Digitalisasi pada layanan masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya dilakukan Pemkot Semarang dengan mengimplementasikan pembayaran parkir elektronik (electronic parking) di sejumlah area yang dikelola pemkot.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Endro Pudyo Martantono secara resmi menyerahkan Mesin EDC secara simbolis kepada Juru Parkir dalam rangka pelaksanaan Parkir Elektronik di Kota Semarang. Rencananya, parkir elektronik akan diterapkan di 200 titik di kota Semarang.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyampaikan, Semarang adalah yang pertama kali menginisiasi program Parkir elektronik ini melalui Peraturan Walikota.

Menurutnya, ini tentu akan menjadi referensi untuk kota-kota lainnya di Indonesia. Apalagi pada tahap awal ini, tambahnya, Dishub Kota Semarang menggunakan tarif flat baik untuk roda dua, roda empat hingga roda enam ke atas. Diharapkan dengan penerapan parkir elektronik pendapatan daerah dari parkir semakin meningkat.

Dengan menggunakan electronic parking ini, pengendara tidak perlu repot menyiapkan uang kecil untuk pembayaran atau menerima kembalian sehingga meminimalisir resiko penyebaran Covid-19 melalui kontak antara manusia. Pembayaran menggunakan sistem e-parking membantu pengendara melakukan pembayaran secara praktis, aman dan juga cepat.

Selain itu, kehadiran e-parking juga mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam menggunakan sistem pembayaran nasional yaitu QRIS dan uang elektronik. Apalagi, alat yang digunakan ini adalah mesin EDC (Electronic Data Capture). Alat buatan Indonesia ini memiliki 40,6% Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) sehingga mendukung produksi dalam negeri dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional.

Parkir elektronik yang diterapkan di berbagai ruas jalan di Kota Semarang ini bertujuan agar pengendara mulai terbiasa dengan parkir elektronik. Apalagi, metode pembayaran parkir elektronik ini juga dinilai sangat mudah, yakni dengan menggunakan aplikasi dompet online yang ada di smartphone atau uang elektronik yang umumnya tersedia di setiap kendaraan.

Tommy Singgih, CEO PT Tata Sarana Makmur (TSM) selaku system integrator dari metode pembayaran parkir elektronik ini, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus memajukan produksi dalam negeri, khususnya berkaitan dengan solusi-solusi digital.

“Induk kami PT Tata Sarana Mandiri (TSM) telah berkiprah memproduksi alat-alat tekhnologi tinggi untuk pasar dan kebutuhan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia, kita memiliki dua lokasi pabrik.PT Tata Sarana Makmur berkomitmen menghadirkan teknologi terkini dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menghadirkan solusi terbaik untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore