
Penerapan parkir elektronik ditandai dengan penyerahan mesin EDC kepada perwakilan juru parkir oleh Wali Kota Semarang Dr Hendrar Prihadi.
JawaPos.com - Penerapan Digitalisasi pada layanan masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya dilakukan Pemkot Semarang dengan mengimplementasikan pembayaran parkir elektronik (electronic parking) di sejumlah area yang dikelola pemkot.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Endro Pudyo Martantono secara resmi menyerahkan Mesin EDC secara simbolis kepada Juru Parkir dalam rangka pelaksanaan Parkir Elektronik di Kota Semarang. Rencananya, parkir elektronik akan diterapkan di 200 titik di kota Semarang.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyampaikan, Semarang adalah yang pertama kali menginisiasi program Parkir elektronik ini melalui Peraturan Walikota.
Menurutnya, ini tentu akan menjadi referensi untuk kota-kota lainnya di Indonesia. Apalagi pada tahap awal ini, tambahnya, Dishub Kota Semarang menggunakan tarif flat baik untuk roda dua, roda empat hingga roda enam ke atas. Diharapkan dengan penerapan parkir elektronik pendapatan daerah dari parkir semakin meningkat.
Dengan menggunakan electronic parking ini, pengendara tidak perlu repot menyiapkan uang kecil untuk pembayaran atau menerima kembalian sehingga meminimalisir resiko penyebaran Covid-19 melalui kontak antara manusia. Pembayaran menggunakan sistem e-parking membantu pengendara melakukan pembayaran secara praktis, aman dan juga cepat.
Selain itu, kehadiran e-parking juga mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam menggunakan sistem pembayaran nasional yaitu QRIS dan uang elektronik. Apalagi, alat yang digunakan ini adalah mesin EDC (Electronic Data Capture). Alat buatan Indonesia ini memiliki 40,6% Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) sehingga mendukung produksi dalam negeri dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional.
Parkir elektronik yang diterapkan di berbagai ruas jalan di Kota Semarang ini bertujuan agar pengendara mulai terbiasa dengan parkir elektronik. Apalagi, metode pembayaran parkir elektronik ini juga dinilai sangat mudah, yakni dengan menggunakan aplikasi dompet online yang ada di smartphone atau uang elektronik yang umumnya tersedia di setiap kendaraan.
Tommy Singgih, CEO PT Tata Sarana Makmur (TSM) selaku system integrator dari metode pembayaran parkir elektronik ini, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus memajukan produksi dalam negeri, khususnya berkaitan dengan solusi-solusi digital.
“Induk kami PT Tata Sarana Mandiri (TSM) telah berkiprah memproduksi alat-alat tekhnologi tinggi untuk pasar dan kebutuhan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia, kita memiliki dua lokasi pabrik.PT Tata Sarana Makmur berkomitmen menghadirkan teknologi terkini dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menghadirkan solusi terbaik untuk masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
