
Lomba baca kitab kuning diselenggarakan PKS sebagai bentuk kecintaan kepada khasanah keilmuan Islam dan kecintaan pada ulama.
JawaPos.com–Untuk menghargai para santri dan ulama, PKS menggelar kegiatan rutin tahunan Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK).
”Dunia pesantren, para ulama dan santri harus ditempatkan pada posisi terhormat agar dapat berkontribusi besar dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Untuk itulah LBKK ini digelar,” kata Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan.
Menurut dia, bangsa Indonesia tidak cukup dikelola orang-orang pintar. Lebih dari itu, membutuhkan orang-orang yang punya komitmen, berintegritas, beriman kuat, serta berakhlak mulia.
”Itu semua banyak dikontribusikan dari kalangan pesantren, ulama, dan santri,” tegas Irwan Setiawan.
Irwan mengapresiasi antusiasme para santri Jawa Timur yang jumlahnya disebut menggembirakan. ”Saya mengapresiasi peran para santri milenial dan gen Z yang telah turut berpartisipasi dalam lomba baca kitab kuning edisi ke-7 ini. Selalu saja menggembirakan jumlahnya. Antusias luar biasa,” kata Irwan Setiawan.
Peserta LBKK dari Jatim menjadi urutan peserta terbanyak kedua secara nasional setelah Jawa Barat. Dengan jumlah peserta sebanyak 231 orang santri muda milenial dan gen Z sebagai peserta.
Menurut dia, pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat dari suatu program kegiatan, tetapi juga harus terlibat sebagai pengendali dalam prosesnya.
”Santri dan santriwati tidak sekadar sebagai objek tapi sebagai subjek. Termasuk para peserta LBKK VII ini,” kata Kang Irwan.
Irwan menyebut, lomba baca kitab kuning diselenggarakan sebagai bentuk kecintaan kepada khasanah keilmuan Islam dan kecintaan pada ulama. Selain itu, kegiatan LBKK digelar juga sebagai upaya untuk menjaga akidah ahlussunah wal jama’ah dan menjaga NKRI berdasar Pancasila.
Riyadh Rosyadi, anggota Fraksi PKS DPRD Jatim, saat membuka kegiatan Semi Final LBKK menambahkan, kegiatan itu diharapkan punya kontribusi positif untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.
”Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semoga Allah naikkan derajat, bukan hanya partai ini yang rutin menyelenggarakan, tapi juga untuk bangsa Indonesia,” kata Riyadh Rosyadi.
Pria yang kerap dipanggil Rosyad itu kemudian menyitir Surat Al Mujadilah ayat ke-11 yang menyebutkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.
”Jika sudah ditinggikan, seluruh urusan akan Allah mudahkan. Tidak hanya untuk PKS dan para peserta, namun juga bangsa ini. Semoga kesulitan-kesulitan bangsa ini dimudahkan Allah, karena derajat yang ditinggikan,” harap Rosyad.
Semi Final LBKK Jatim itu dimenangkan Alfoun Fajar Mubarak, santri Pondok Pesantren Raudhatul Muta'allimin Al Aziziyah 1 Bangkalan. Menurut Ketua Panitia Muhammad Aziz, Alfoun mengalahkan 15 peserta yang merupakan pemenang LBKK dari masing-masing zona di Jawa Timur.
Dia menjelaskan, zona A berasal dari Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi; Zona B dari Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Blitar, dan Kediri. Zona C berasal dari Jombang, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Pacitan, Tulungagung, dan Trenggalek.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
