Kondisi lahan yang terbakar di Gunung Bromo terlihat dari Pos Jemplang, Malang, Selasa (12/9).
JawaPos.com - Kawasan wisata Gunung Bromo kini memang sudah kembali dibuka. Namun penanganan kasus terkait karhutla di gunung tersebut masih berlangsung.
Polda Jawa Timur kini mengambil alih kasus karhutla kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) seluas 989 hektare tersebut.
"Kasusnya sudah ditarik Polda Jatim pada hari Jumat (22/9) pekan lalu," kata Direktuur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombespol Farman, Rabu (27/9) seperti dikutip dari Antara.
Farman menyebut ada sejumlah alasan penyidik Polda Jatim mengambil alih kasus ini, salah satunya terkait besarnya dampak hingga kerugian yang ditimbulkan akibat karhutla itu.
"Alasannya, kami memperkuat penyidikan karena dampak karhutla ini luas dan menimbulkan kerugian cukup besar, supaya penangannya juga lebih baik kedepannya," ujar Farman.
Penyidik telah melakukan gelar perkara kasus ini di Polda Jatim. Untuk pendalaman kasus, Ditreskrimsus Polda Jatim akan bekerja sama dengan penyidik dari Polres Probolinggo.
"Gelar perkara di Polda Jatim sekaligus memperdalam, memberikan asistensi, dan kami putuskan untuk menarik kasus ini," kata Farman.
Karhutla kawasan wisata Gunung Bromo ini bermula saat ada rombongan melakukan prewedding di savana atau Bukit Teletubbies. Mereka menyalakan flare, namun percikan apinya mengenai rumput kering hingga kebakaran merembet.
Polisi telah menetapkan Andrie Wibowo Eka Wardhana (41) asal Kabupaten Lumajang sebagai tersangka. Dia adalah manajer atau penanggung jawab wedding organizer (WO) yang disewa oleh calon pengantin asal Surabaya untuk menggelar prewedding.
Sementara itu, lima orang lainnya masih berstatus saksi, yakni Hendra Purnama (39) pengantin pria asal Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya dan pengantin wanita Pratiwi Mandala Putri (26) asal Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang.
Selain itu, ada MGG (38) selaku kru prewedding asal Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya, ET (27) kru prewedding asal Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, dan ARVD (34) selaku juru rias asal Kelurahan/Kecamatan Tandes, Kota Surabaya.
Kawasan wisata Gunung Bromo dalam sepekan terakhir telah dibuka kembali. Demi mencegah terjadinya karhutla, pihak pengelola memberlakukan sejumlah larangan, antara lain dilarang membawa barang yang berpotensi menyulut kebakaran.
Tidak hanya itu, pengelola juga menghimbau agar pengunjung tidak membuat jalur baru diluar jalur yang sudah ada, terutama yang menggunakan kendaraan roda empat ataupun jeep, agar tidak merusak padang rumput.