Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2023 | 12.13 WIB

Pemulihan Ekosistem Bromo akibat Kebakaran Butuh Waktu hingga 5 Tahun

Kerusakan area savana di Gunung Bromo, akibat kebakaran hutan dan lahan dilihat dari kawasan Watu Gede, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (21/9). - Image

Kerusakan area savana di Gunung Bromo, akibat kebakaran hutan dan lahan dilihat dari kawasan Watu Gede, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (21/9).

JawaPos.com–Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyatakan, proses pemulihan ekosistem kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan membutuhkan waktu hingga lima tahun. Nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo tersebut diperkirakan mencapai Rp 5,4 miliar.

Kepala Balai Besar TNBTS Hendro Widjanarko mengatakan, pemulihan ekosistem kawasan membutuhkan waktu cukup panjang agar pepohonan asli di kawasan tersebut tumbuh optimal.

”Untuk pohon-pohon asli di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru seperti cemara gunung, kesek, tutup, pasang, yang terdampak kebakaran, itu kurang lebih diperkirakan membutuhkan waktu 3 sampai 5 tahun,” kata Hendro seperti dilansir dari Antara.

Hendro menjelaskan, dalam upaya memulihkan ekosistem kawasan Gunung Bromo yang mengalami kebakaran hutan dan lahan pada Agustus dan September tersebut, ada tiga mekanisme yang akan diterapkan. Mekanisme pertama adalah pemulihan secara alami khususnya untuk area savana atau padang rumput di kawasan tersebut.

Kemudian, rehabilitasi dengan melakukan penanaman pohon kembali serta restorasi atau upaya mengembalikan unsur hayati.

”Pemulihan ekosistem, itu ada tiga mekanismenya, alam, rehabilitasi, restorasi. Jadi yang alam ini untuk savana secara alami, nanti kita lihat alam bisa memulihkan diri sendiri. Mudah-mudahan sebulan dua bulan ini sudah bisa pulih untuk savana,” ujar Hendro Widjanarko.

Upaya pemulihan ekosistem kawasan Gunung Bromo tersebut, diperkirakan butuh biaya hingga Rp 3,5 miliar dari total taksiran kerugian hingga Rp 5,4 miliar akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut.

”Dari yang tadi (taksiran kerugian), pemulihan sekitar Rp 3,5 miliar,” terang Hendro Widjanarko.

Sebelumnya, pada 6-18 September 2023, kawasan wisata Gunung Bromo harus ditutup total akibat kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran tersebut terjadi pada 6 September, karena ulah pengunjung yang menggunakan suar untuk pengambilan gambar.

Akibat sejumlah rangkaian peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada Agustus hingga September 2023, areal seluas 504 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Mayoritas area yang rusak merupakan kawasan savana.

Kawasan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Pada 2022, tercatat dikunjungi sebanyak 318.919 wisatawan, yang terbagi atas 310.418 pengunjung merupakan wisatawan Nusantara dan sebanyak 8.501 merupakan wisatawan asing.

Dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bromo sepanjang 2022 tersebut, ada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 11,65 miliar, yang meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp 4,85 miliar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore