Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 November 2015 | 19.29 WIB

Terbang Tanpa Izin, Ini Wajah Pilot Amerika Saat Diamankan TNI AU

James Patrick Murphy (kaus biru gelap) dikepung anggota Lanud Tarakan di Bandara Juwata - Image

James Patrick Murphy (kaus biru gelap) dikepung anggota Lanud Tarakan di Bandara Juwata

Jawapos.com--Adegan menegangkan berlangsung di langit Ambang Batas Laut (Ambalat), wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara. Sebuah pesawat Cessna bermesin baling-baling tunggal dengan nomor lambung N96706 dikepung dua Sukhoi SU 30-MK 2 milik TNI Angkatan Udara.



Kemarin (9/11), pukul 14.35 Wita, pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) itu diturunkan paksa di Bandara Juwata, Tarakan. Pesawat putih itu masuk wilayah Indonesia tanpa izin.



Di bandara Juwata, personel Pangkalan Angkatan Laut (Lanud) Tarakan bersiaga dengan persenjataan lengkap. Sekitar 60 personel Lanud Tarakan mengepung pesawat asing dengan senjata mengarah ke pesawat.



Tak lama kemudian, seorang pria gempal dengan tinggi sekitar 170 sentimeter keluar dari pesawat. Dia digiring menuju sebuah ruangan. Di sana, pria yang diketahui bernama James Patrick Murphy itu diinterogasi kurang lebih satu jam.



Komandan Lanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea menyatakan, Murphy berasal dari angkatan laut Amerika Serikat. Di lingkungan marinir, dia berpangkat lieutenant colonel reserve.



“Kalau di Indonesia, itu adalah pangkat tituler atau pangkat tidak efektif. JP Murphy adalah bagian dari pasukan cadangan militer atau sebuah organisasi militer yang terdiri dari warga negara yang menggabungkan peran militer dengan karier sipil,” terangnya.



Dari hasil interogasi, pilot diketahui sama sekali tidak memiliki dokumen perizinan untuk terbang di wilayah Indonesia. Mestinya, izin itu diberikan dari tiga instansi pusat. Izin flight clearance dikeluarkan Markas Besar TNI, flight approve dari Kementerian Perhubungan, dan dokumen izin dari Kementerian Luar Negeri.



Murphy sempat menolak didaratkan paksa. Ketika di atas, terang Tiopan, Murphy merasa tidak bersalah. Dia berpikir izinnya sudah ada karena diurus perusahaan. Murphy diketahui terbang untuk urusan sebuah perusahaan.



Sebelum terbang dari Filipina menuju Selectar, Malaysia, Murphy sempat menanyakan izin melintasi wilayah Indonesia kepada perusahaan. Dari penjelasan perusahaan, Murphy mengatakan, izin sudah diurus. Dia percaya lantas berangkat tanpa benar-benar memastikan izin tersebut.



“Memang, perjalanannya untuk urusan perusahaan. Tidak pula ditemukan senjata api. Dia dalam kondisi sehat dan tidak mabuk,” lanjut Tiopan.



Belakangan, Murphy mengakui kesalahan. Dia mengatakan, tidak benar-benar melihat dokumen fisik perizinan melintasi wilayah Indonesia. Tiopan menyatakan, segera melaporkan dan melimpahkan kasus itu ke komando atas Lanud seperti Kops AU 2, Kosekhahutnas, KASAU, dan Panglima TNI.



Kejadian itu disebut bukan level sederhana. Sudah masuk level strategis karena menyangkut antarnegara.



“Tidak menutup kemungkinan antarkepala negara. Yang jelas, kami sudah tegaskan wilayah kita sudah betul-betul dijaga,” urainya.



Mayor PNB Anton Pallaguna, pilot Sukhoi yang mengawal penurunan paksa, mengatakan bahwa Murphy membuat tiga pelanggaran. Pertama, masuk area terlarang yakni Ambalat. Indonesia sudah mempublikasikan bahwa kawasan yang diduga memiliki blok kaya minyak dan gas bumi itu wilayah terlarang. Tidak boleh dilewati tanpa izin. Publikasi disampaikan secara internasional.



“Kalau memang memiliki izin, tetap tidak boleh memasuki wilayah tersebut,” jelas Anton.

Editor: Husain
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore