
Tabloid Indonesia Barokah
JawaPos.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mendapati peredaran Tabloid Indonesia Barokah terus bertambah. Namun, sampai saat ini tabloid yang kontennya diduga menyudutkan salah satu Paslon Pilpres 2019 itu tidak disita.
Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng Rofiuddin, menyebut pihaknya terus memantau peredaran Tabloid Indonesia Barokah di wilayahnya. Katanya, saat ini persebarannya hampir merata di 35 kabupaten/kota.
"Hampir semua kabupaten/kota di Jateng ada peredaran. Itu dikirim ke masjid-masjid, dari ujung barat ke timur, selatan ke utara semua ada," ujarnya saat dijumpai di Kantor Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Jateng, Kota Semarang, Kamis (24/1).
Rofiuddin berujar, awal mula tabloid ini masuk ke Jateng yakni di Blora, Kamis (17/1) lalu. Di sana saja saat ini jumlahnya sudah mencapai 600 eksemplar. Ada yang telah tersebar, sementara sebagian masih di kantor pos.
Disinggung mengenai jumlah total keseluruhan tabloid tersebut menyebar di Jateng, Rofiuddin berujar pihaknya masih mendata. "Jumlahnya masih proses pendataan, karena begitu kami data, datang lagi (tabloidnya)," sambungnya.
Kendati demikian, pihaknya mengklaim tak ada kegiatan penyitaan di sini. Alasannya, perlu kajian mendalam terkait konten yang terkandung di dalamnya. Analisisnya dilakukan bersama jajaran Dewan Pers.
Kajian erat kaitannya dengan status media tersebut, berbadan hukum atau tidak. "Kemudian apakah memang disebut sebagai karya jurnalistik atau tidak, berita bercampur opini atau tidak, medianya profesional atau tidak. Kami juga sudah bersurat dengan bawaslu RI juga yang dalam waktu dekat akan mengambil sikap," katanya lagi.
Oleh karenanya, sembari menanti hasil kajian itu keluar, ia mengatakan, bagi masyarakat yang saat ini merasa terganggu atau tidak dengan isian tabloid itu, bisa menyerahkannya kepada Bawaslu. "Jika menganggap ini membuat resah, bisa dititipkan ke Bawaslu terdekat," tandasnya.
Sebelumnya, sebuah tabloid bernama 'Tabloid Indonesia Barokah' banyak ditemukan di sejumlah daerah, termasuk Jateng. Bukan apa-apa, hanya saja tabloid ini diduga mengandung konten yang menyudutkan paslon Prabowo-Sandi.
Jika dilihat dari halaman depan tabloid ini, tertulis pada headline 'Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?'. Lalu di kolom Liputan Khusus ada berita berjudul 'Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?' dihiasi karikatur Prabowo Subuanto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan Ratna Sarumpet. Adapun bahasan di sebagian artikel yang mengulas tentang radikalisme, wahabi, ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir, serta ISIS.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
