Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2017 | 16.25 WIB

Begini Kalau Remaja Kids Zaman Now Nonton Wayang Orang

Nonton Barang-Ratusan pelajar dari beberapa SMP di Kota Solo menyaksikan pertunjukan Wayang Orang di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Sabtu (16/12) - Image

Nonton Barang-Ratusan pelajar dari beberapa SMP di Kota Solo menyaksikan pertunjukan Wayang Orang di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Sabtu (16/12)

JawaPos.com -- Suara gelak tawa bergema di dalam gedung Wayang Orang Sriwedari, Sabtu (16/12) siang. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sampai terpingkal-pingkal, saat para tokoh punakawan beraksi. Tampilan yang sarat akan lelucon ini mampu mengocok perut para pelajar.


Mereka tidak henti-hentinya tertawa saat menyaksikan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong beraksi. Penampilan wayang orang dengan judul "Anoman Duta" memang sengaja dihadirkan di hadapan para pelajar. Jika biasanya tontonan wayang orang identik dengan orang tua, tetapi kali ini penontonnya adalah para pelajar.

Mereka adalah para siswa SMP dari beberapa sekolah yang ada di Kota Solo. Sedikitnya ada 600an pelajar yang ikut menyaksikan wayang orang. Mereka juga didampingi para guru. Sajian kesenian tradisional ini begitu menghibur para siswa dari berbagai SMP ini.

Meskipun awalnya para pelajar ini tidak menyukai wayang orang, tetapi setelah menyaksikan pentas hal itu berubah. Ini seperti disampaikan salah satu pelajar dari SMP Negeri 25, Devi Ayu,14. Devi menuturkan, selama ini dirinya belum pernah sekalipun menyaksikan wayang orang. "Ternyata bagus, dulu belum pernah diajak nonton. Biasanya hanya nonton sinetron, dan ternyata ini jauh lebih bagus," terang Devi kepada JawaPos.com, Sabtu (16/12).

Setelah menyaksikan penampilan wayang orang Devi berniat mengajak kedua orang tuanya untuk ikut menyaksikan wayang orang. Hal yang sama juga disampaikan Dea Ramadani. Remaja kelas 8 di SMP N 25 itu menuturkan sajian wayang orang begitu sangat menghibur. Dia berharap dengan menyaksikan kesenian tradisional bisa ikut serta dalam upaya melestarikan budaya Indonesia. "Jadi pingin lihat lagi nanti," terangnya.

Salah seorang guru pendamping, Arinto Purwaningsih, 55, mengatakan, selama ini para siswa memang belum mengenal wayang orang. Dan melalui kegiatan nonton bareng ini harapannya ada rasa suka pada budaya Indonesia. "Saya harapkan kegiatan semacam ini (nonbar) semakin rutin, sehingga budaya tetap lestari," terang guru bidang bahasa Jawa itu.

Sementara itu, wayang orang dengan lako " Anoman Duta" berkisah mengenai wayang Ramayana. Lakon tersebut mengisahkan mengenai kegelisahan hati seorang Rama karena lama tidak bertemu dengan Shinta. Kemudian ia berniat untuk mengutus seorang senopati guna mengambil Shinta ke Alengka. Dan munculah sosok Anoman dan Anggada untuk menjadi duta tersebut. Keduanya akhirnya berebut menjadi duta dan Anomanlah yang berhasil menjadi duta.

Dalam perjalanannya, Anoman mendapat banyak rintangan. Tetapi karena kesaktiannya setiap rintangan yang menghadang bisa dilalui. Dan Dewi Shinta berhasil dibawa pulang.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore