Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 04.55 WIB

Ketika Kerja Keras, Dukungan, dan Doa Tak Mengingkari Hasil

Santri saat mengolah kedelai menjadi tempe di pabrik pengolahan Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. (Edi Yulianto/JawaPos.com) - Image

Santri saat mengolah kedelai menjadi tempe di pabrik pengolahan Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. (Edi Yulianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi bukti nyata saat kerja keras, dukungan, dan doa tak mengingkari hasil. Kerja sama antara pihak Ponpes dan FKS Foundation berhasil membuat ketahanan pangan di lingkungan santri.

Ya, mereka berhasil memadukan kerja sama melalui konsep pabrik pengolahan kedelai menjadi tempe di internal ponpes. Tak hanya di lingkungan santri, produk tempe hasil kerja keras tangan santri juga bermanfaat bagi warga sekitar.

Hasan Syarif, kepala pabrik pembuatan tempe Ponpes Al Fatah, Temboro, menyebut pihaknya mengolah kedelai sebanyak 1,3 ton per bulan untuk menjadi tempe.

"Semua dilakukan sendiri, baik santri maupun para alumni dalam pembuatannya. Sejauh ini baru 4 santri yang paten (kredibel dalam pembuatan tempe), dibantu oleh delapan santri lainnya," ucap Hasan.

Ke depannya, proses pembuatan tempe itu akan terus ditingkatkan meski pasokan bahan baku (kedelai) masih diambil dari sekitar Magetan hingga Madiun, Jawa Timur.

Namun, berkat dukungan langsung dari semua pihak, terlebih FKS Foundation, pihaknya antusias bakal terus berkembang.

"Pemanfaatan pembuatan tempe ini tak hanya dinikmati oleh santri, tapi juga masyarakat sekitar," lanjut Hasan. "Karena alasan awal pembuatan pabrik ini adalah memenuhi ketahanan pangan sendiri khusus santri, dah bisa menjadi pembelajaran bagi mereka. Setelah itu, bermanfaat bagi warga lainnya."

Setelah ini, pihaknya berupaya keras menjadikan produk tempe ini sebagai tonggak awal. Pasalnya, melalui dukungan dari FKS Foundation, pihaknya bisa membuat produk turunan (dari kedelai) ke depannya seperti kecap.

"Tak hanya itu, kami juga ada rencana kembangkan budidaya padi dan kedelai bersama FKS, apalagi masih banyak lahan yang belum tergarap di wilayah pondok pesantren," jelas Hasan.

Editor: Edi Yulianto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore