Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 22.58 WIB

Gelar IPOC 2026 di Bali, GAPKI Perkuat Peran Sawit sebagai Penopang Ketahanan Pangan dan Energi

Konferensi pers pra acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook (IPOC 2026) di Jakarta, Jumat (9/10). IPOC 2026 akan berlangsung pada 11-13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan tema "Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience." (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Konferensi pers pra acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook (IPOC 2026) di Jakarta, Jumat (9/10). IPOC 2026 akan berlangsung pada 11-13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan tema "Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience." (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar forum strategis tahunan. Pertemuan ini akan menjadi barometer arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global. Konferensi ini dihadiri pemerintah, para pakar internasional, maupun pegiat industri sawit.

The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook (IPOC 2026) akan berlangsung pada 11-13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Konferensi ini bertema "Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience."

Tema tersebut mencerminkan kondisi global yang kian terfragmentasi, ditandai oleh perang dagang, proteksionisme, persaingan geopolitik, serta standar keberlanjutan yang berbeda-beda antarkawasan. Di tengah situasi tersebut, industri sawit Indonesia dituntut tidak hanya menjaga daya saing, tetapi juga memperkuat perannya sebagai penopang ketahanan pangan, energi, dan ekonomi nasional.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global. Di dalam negeri, sawit menjadi bahan baku utama minyak goreng dan pangan olahan, sekaligus tulang punggung program biodiesel yang menopang kemandirian energi.

Sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang devisa ekspor nonmigas terbesar dan menggerakkan perekonomian jutaan masyarakat di wilayah perkebunan, termasuk petani sawit rakyat. Karena itu, Industri ini harus terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, tantangan lingkungan, serta transformasi energi hijau yang tengah berkembang pesat di berbagai negara.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan bahwa IPOC 2026 hadir pada saat yang tepat, ketika para pelaku industri perlu membaca ulang peta perdagangan global yang terus berubah. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan strategis dan rekomendasi kebijakan yang memperkuat ketahanan industri sawit nasional.

"Dunia saat ini semakin terfragmentasi, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Melalui IPOC 2026, kami ingin membahas bagaimana industri sawit Indonesia dapat tetap tangguh, dan justru menjadi bagian dari solusi bagi ketahanan pangan dan energi, baik di dalam negeri maupun global," ujar Eddy dalam konferensi pers di Jakarta di Jumat (9/10).

Sebagai pengambil kebijakan, arahan dan pandangan pemerintah menjadi sangat penting. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dijadwalkan akan menyampaikan keynote speech mengenal peran industri kelapa sawit dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

Turut dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci yaitu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang akan memaparkan strategi Indonesia membangun ketahanan pangan dan energi melalui sawit; Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, yang akan membahas implementasi EUDR dan kesiapan Indonesia; serta Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Juda Agung, yang akan mengulas ketahanan ekonomi Indonesia dan industri sawit.

Pada hari kedua, Luke Thomas Mahony dari PT Danantara Sumber Daya Indonesia akan menyampaikan special address mengenai tata kelola ekspor baru, termasuk tantangan dan peluang yang muncul di bawah regulasi ekspor terbaru.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore