Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 21.30 WIB

Kejar Ketahanan Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan 8 Proyek Pabrik

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. (istimewa) - Image

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. (istimewa)

JawaPos.com - PT Pupuk Indonesia (Persero), berencana untuk membangun dan merevitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan untuk menggapai ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan peningkatan kinerja perusahaan tidak hanya menjadi capaian finansial, tetapi juga menjadi modal untuk memperkuat kapasitas industri yang dibutuhkan Indonesia dalam jangka panjang.

Ia mengatakan, Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik PUSRI pada 1959, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang.

“Transformasi yang kami jalankan bersama Danantara telah memperkuat kinerja dan daya saing Pupuk Indonesia, sekaligus memberikan ruang bagi kami untuk melakukan reinvestasi dan meneruskan estafet industrialisasi,” ujar Rahmad dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/10).

Rahmad mengatakan, Pupuk Indonesia menjalankan agenda industrialisasi pada dua lini sekaligus. Pertama, memperkuat industri pupuk sebagai jangkar ketahanan pangan melalui revitalisasi dan ekspansi kapasitas produksi. Kedua, mendorong hilirisasi gas bumi dan pengembangan produk kimia bernilai tambah untuk memperkuat kemandirian industri nasional.

Agenda tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan, yang mencakup revitalisasi Amurea Pusri IIIB untuk meningkatkan efisiensi energi, serta pengembangan Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, dan Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik untuk memperkuat kapasitas produksi.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia mendorong diversifikasi melalui pengembangan Soda Ash di Bontang dan Gresik, serta hilirisasi gas bumi melalui proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang

Tak hanya itu Pupuk Indonesia memiliki inisiatif strategis jangka panjang melalui pengembangan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat serta pembangunan pabrik amonia dan urea (Amurea) di Maluku sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam dan mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

“Industrialisasi harus mampu menumbuhkan industri baru, membuka lapangan kerja, memperkuat ekosistem nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis. Pada saat yang sama, pengembangan produk bernilai tambah menjadi bagian dari upaya kami memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai industrial and specialty chemical powerhouse di tingkat global,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore