
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. (istimewa)
JawaPos.com - PT Pupuk Indonesia (Persero), berencana untuk membangun dan merevitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan untuk menggapai ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan peningkatan kinerja perusahaan tidak hanya menjadi capaian finansial, tetapi juga menjadi modal untuk memperkuat kapasitas industri yang dibutuhkan Indonesia dalam jangka panjang.
Ia mengatakan, Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik PUSRI pada 1959, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang.
“Transformasi yang kami jalankan bersama Danantara telah memperkuat kinerja dan daya saing Pupuk Indonesia, sekaligus memberikan ruang bagi kami untuk melakukan reinvestasi dan meneruskan estafet industrialisasi,” ujar Rahmad dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/10).
Rahmad mengatakan, Pupuk Indonesia menjalankan agenda industrialisasi pada dua lini sekaligus. Pertama, memperkuat industri pupuk sebagai jangkar ketahanan pangan melalui revitalisasi dan ekspansi kapasitas produksi. Kedua, mendorong hilirisasi gas bumi dan pengembangan produk kimia bernilai tambah untuk memperkuat kemandirian industri nasional.
Agenda tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan, yang mencakup revitalisasi Amurea Pusri IIIB untuk meningkatkan efisiensi energi, serta pengembangan Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, dan Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik untuk memperkuat kapasitas produksi.
Di sisi lain, Pupuk Indonesia mendorong diversifikasi melalui pengembangan Soda Ash di Bontang dan Gresik, serta hilirisasi gas bumi melalui proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang
Tak hanya itu Pupuk Indonesia memiliki inisiatif strategis jangka panjang melalui pengembangan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat serta pembangunan pabrik amonia dan urea (Amurea) di Maluku sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam dan mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
“Industrialisasi harus mampu menumbuhkan industri baru, membuka lapangan kerja, memperkuat ekosistem nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis. Pada saat yang sama, pengembangan produk bernilai tambah menjadi bagian dari upaya kami memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai industrial and specialty chemical powerhouse di tingkat global,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022