Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 20.44 WIB

Cegah Flu Burung, Karantina Jatim Perketat Pengawasan Pengiriman Pupuk Kompos Kotoran Ayam

Petugas Karantina Jatim memantau lalu lintas komoditas pupuk kompos berbahan dasar kotoran ayam di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Karantina Jatim) - Image

Petugas Karantina Jatim memantau lalu lintas komoditas pupuk kompos berbahan dasar kotoran ayam di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Karantina Jatim)

JawaPos.com - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jatim) memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pupuk kompos berbahan dasar kotoran ayam yang hendak dikirim menuju Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Pengetatan pengawasan komoditas pupuk organik tersebut diambil guna memitigasi risiko sekaligus mencegah penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau wabah flu burung antarwilayah.

Plt Kepala Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal menegaskan kotoran ayam yang tidak diolah secara sempurna berpotensi menjadi media pembawa agen penyakit berbahaya yang dapat mengancam industri peternakan nasional.

"Kami memastikan tindakan karantina dilaksanakan sesuai ketentuan guna melindungi kesehatan hewan dan menjaga keberlangsungan sektor peternakan," ujar Hudiansyah pada Senin (19/10).

Guna menjamin keamanan komoditas yang dilalulintaskan, petugas karantina di Pelabuhan Tanjung Perak menerapkan serangkaian prosedur ketat. Prosedur tersebut meliputi pemeriksaan kelengkapan dokumen, kelayakan sanitasi media pembawa, hingga pengujian sampel laboratorium.

Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi keberadaan materi genetik virus Avian Influenza pada muatan kompos tersebut.

"Melalui rangkaian tindakan karantina tersebut, kami berupaya untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit hewan karantina melalui lalu lintas antarwilayah," terang Hudiansyah.

Hudiansyah membeberkan wabah flu burung tidak hanya berdampak fatal pada tingkat kematian massal unggas yang memicu kerugian ekonomi bagi para peternak, melainkan juga mengganggu stabilitas pasokan produk unggas secara nasional.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore