Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 04.19 WIB

Iqbal Minta Hotel dan Restoran Serap Hasil Perikanan Lokal Saat MotoGP Mandalika

Gubernur NTB Lalu Iqbal saat berbincang dengan koki di salah satu hotel. - Image

Gubernur NTB Lalu Iqbal saat berbincang dengan koki di salah satu hotel.

JawaPos.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal meminta industri perhotelan dan restoran menyerap hasil perikanan lokal selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Langkah tersebut diharapkan membuat transaksi ekonomi lebih banyak berputar di NTB sekaligus membuka pasar bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan daerah.

“Jangan sampai tamunya datang ke NTB, menginap di NTB, tetapi produk yang disajikan justru didatangkan dari luar,” kata Lalu Iqbal dalam pertemuan dengan pelaku industri perhotelan di Tunak Resort, Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026).

Dorongan tersebut disampaikan seiring meningkatnya keterisian hotel menjelang MotoGP. Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa menyebut rata-rata okupansi hotel bintang tiga ke atas di Kota Mataram telah mencapai 82 persen per 7 Oktober 2026.

“Bahkan, sejumlah hotel mencatat tingkat keterisian mereka kini berada pada angka 97 persen,” katanya.

Lalu Iqbal menyebut produksi perikanan NTB pada 2025 mencapai lebih dari 1,2 juta ton. Namun, banyak hasil perikanan tersebut dikirim ke luar daerah, termasuk produk premium seperti lobster.

Dari diskusi dengan asosiasi dan serikat nelayan, Iqbal mendapat masukan bahwa produk perikanan berkualitas belum memperoleh pasar yang cukup kuat di NTB. Di sisi lain, industri perhotelan dan restoran membutuhkan pasokan berkualitas untuk melayani tamu yang datang ke daerah tersebut.

“MotoGP harus kita gunakan untuk mempertemukan dua kepentingan ini. Hotel dan restoran membutuhkan produk berkualitas dalam jumlah besar, sementara nelayan dan pelaku usaha perikanan kita membutuhkan pasar yang kuat di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Untuk menghubungkan kebutuhan tersebut, Iqbal meminta industri perhotelan dan restoran berkomunikasi langsung dengan asosiasi nelayan, pembudidaya, pemasok, serta pelaku usaha perikanan. Komunikasi itu diperlukan untuk memetakan jenis produk, volume, kualitas, kontinuitas pasokan, hingga standar yang dibutuhkan industri.

Pemetaan tersebut menjadi dasar membangun rantai pasok yang dapat memenuhi kebutuhan hotel dan restoran secara konsisten. Dengan demikian, penyerapan hasil perikanan lokal diharapkan dapat berlanjut setelah penyelenggaraan MotoGP selesai.

“Jangan hanya berlaku selama MotoGP. MotoGP kita jadikan momentum untuk membangun rantai pasoknya. Kalau kualitas dan pasokannya sudah memenuhi standar industri, hubungan ini harus berlanjut setelah MotoGP selesai,” tegasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore