Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 03.23 WIB

Ekonomi Sirkular Dinilai Perlu Masuk ke Strategi Bisnis Perusahaan

ILUSTRASI. Indonesia sedang mengembangkan ekonomi sirkular membentuk ekosistem energi kerakyatan pada proses produksi biomassa untuk co-firing. - Image

ILUSTRASI. Indonesia sedang mengembangkan ekonomi sirkular membentuk ekosistem energi kerakyatan pada proses produksi biomassa untuk co-firing.

JawaPos.com - Ekonomi sirkular dinilai perlu menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan, bukan sekadar program tanggung jawab sosial.

Pendekatan ini dibutuhkan untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pengumpulan dan pengolahan sampah perlu terintegrasi dalam model bisnis agar dapat berjalan berkelanjutan.

“Jika inisiatif ekonomi sirkular sudah jadi bagian dari model bisnis, setiap tahun dalam strategic planning, topik ini otomatis dibahas,” ujar Karyanto dalam sesi Closing the Loop: Circular Economy as a Competitive Advantage pada Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Karyanto, penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan kemasan membutuhkan ekosistem dari hulu hingga hilir. Prosesnya dimulai sejak tahap desain produk, dilanjutkan dengan pengumpulan kemasan bekas, pengolahan di fasilitas daur ulang, hingga pemanfaatannya kembali sebagai bahan baku.

Dalam proses pengumpulan, perusahaan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemulung, bank sampah, fasilitas pengelolaan sampah, serta pemerintah daerah. Material hasil daur ulang juga harus memenuhi standar pemerintah, termasuk SNI, sertifikasi halal, dan ketentuan BPOM.

Namun, pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala.

“Di sisi lain, pembangunan ekonomi sirkular di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, tata kelola sampah, hingga sistem pengumpulan yang belum seperti negara maju,” kata Karyanto.

Salah satu tantangan terdapat pada penggunaan material daur ulang. Danone Indonesia mulai menggunakan recycled polyethylene terephthalate (rPET) pada 2013 dan kemudian menggunakan 100 persen rPET untuk botol tertentu sejak 2018.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore