
Ilustrasi gedung tinggi/(Pixabay)
JawaPos.com — Penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor bangunan mulai bergerak melampaui urusan material konstruksi. Teknologi yang digunakan di dalam gedung, termasuk elevator dan eskalator, kini turut didorong memenuhi standar keberlanjutan dengan mempertimbangkan penggunaan material daur ulang hingga pengelolaan produk pada akhir masa pakainya.
Managing Director Interim KONE Indonesia Adiq Akhmadi mengatakan, urbanisasi yang berlangsung pesat di Indonesia membuka peluang untuk mengubah cara kota dirancang dan dibangun.
"Urbanisasi yang pesat di Indonesia menghadirkan peluang untuk membentuk kembali cara kita merancang dan membangun kota-kota masa depan. Keberlanjutan kini tidak lagi hanya mencakup efisiensi operasional bangunan, tetapi juga mempertimbangkan seluruh siklus hidup bangunan, mulai dari desain dan konstruksi hingga penggunaan sehari-hari," kata Adiq dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9).
Karena itu, pihaknya mendorong penerapan teknologi bangunan yang lebih berkelanjutan dalam merancang bangunan dan konstruksi. Hal itu terlihat dari Sertifikasi Green Label Platinum di Indonesia, peringkat tertinggi yang diberikan oleh Green Product Council Indonesia (GPCI).
“Sebagai perusahaan elevator dan eskalator pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ini, kami bangga menetapkan standar tinggi dalam teknologi bangunan berkelanjutan. Yang lebih penting, sertifikasi ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung pelanggan dalam merancang, memodernisasi, dan mengoperasikan bangunan yang lebih cerdas, lebih ramah lingkungan, dan lebih tangguh, sehingga dapat berkontribusi pada masa depan perkotaan Indonesia yang lebih berkelanjutan," kata dia.
Sertifikasi tersebut diberikan ketika isu konsumsi energi dan emisi karbon bangunan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Karena itu, aspek keberlanjutan tidak lagi hanya bergantung pada material konstruksi maupun rancangan arsitektur.
Sistem yang digunakan di dalam bangunan juga ikut menentukan kinerja lingkungan secara keseluruhan. Dalam konteks tersebut, sistem people flow seperti elevator dan eskalator menjadi salah satu bagian yang turut diperhitungkan dalam upaya menciptakan bangunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Chairman GPCI Yudiono mengatakan, sertifikasi Green Product Platinum diberikan berdasarkan standar kinerja lingkungan dalam kerangka sertifikasi terbaru GPCI. Kerangka tersebut juga memasukkan prinsip ekonomi sirkular dan tanggung jawab siklus hidup produk.
"Dengan memperkenalkan kriteria yang berkaitan dengan prinsip ekonomi sirkular dan tanggung jawab siklus hidup produk, kerangka ini mendorong produsen untuk berpikir melampaui efisiensi operasional semata dan mempertimbangkan bagaimana produk mereka berkontribusi terhadap keberlanjutan sepanjang masa pakainya. Ini merupakan perkembangan penting bagi industri secara keseluruhan," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
