Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 September 2026 | 23.19 WIB

Angin Kencang dan Awan Tebal Membuat BPBD Jatim Urung Lakukan Water Bombing di Kawasan Bromo

BPBD Jatim mengerahkan Helikopter PK-DAP untuk operasi water bombing di area karhutla Gunung Bromo, di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (11/9). (BPBD Jatim) - Image

BPBD Jatim mengerahkan Helikopter PK-DAP untuk operasi water bombing di area karhutla Gunung Bromo, di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (11/9). (BPBD Jatim)

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyatakan pemadaman kebakaran di Gunung Bromo melalui helikopter water bombing tak bisa dilakukan sementara waktu. Terkendala cuaca.

Kini, penanganan pemadaman api akan dimaksimalkan melalui operasi darat oleh tim gabungan.

"Sebenarnya kami siap melakukan water bombing, tetapi cuaca tidak mendukung, angin kencang itu yang akhirnya menghambat helikopter saat akan naik," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Satriyo Nurseno ditemui di Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9) dikutip dari Antara.

Kondisi cuaca itu membuat jajaran BPBD Jatim tak berani mengambil risiko melaksanakan pemadaman melalui operasi udara. Keputusan itu didasari kemungkinan terjadinya turbulensi yang berpotensi mengancam keselamatan kru helikopter.

Selain angin kencang, awan tebal juga menjadi kendala pemadaman lewat pengeboman air karena membatasi jarak pandang pilot. Oleh karena itu, upaya pemadaman kebakaran dan pembasahan area terdampak kebakaran dilakukan melalui petugas di darat dengan mengoptimalkan sarana serta prasarana yang tersedia di lapangan.

"Kami berupaya supaya tidak merambat ke pemukiman. Fokusnya di situ," ucapnya.

Faktor angin kencang di Bromo itu diduga menjadi pemicu meluasnya titik api dari arah Sabana Pengol, Kabupaten Probolinggo ke Jemplang di Malang pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.20 WIB.

Sedangkan untuk peristiwa kebakaran yang pertama kali muncul di Sabana Pengol terjadi pada Kamis (10/9). Ia menyatakan pelaksanaan pengeboman air telah berlangsung selama dua hari. Yaitu pada Jumat (11/9) dan Sabtu (12/9).

"Dua hari terakhir, Jumat sudah 17 ribu liter kami drop, kemarin 15 ribu liter dan hari ini nol," ujar dia.

Penanganan kebakaran di wilayah Gunung Bromo yang meliputi Sabana Pengol hingga ke Jemplang melibatkan kekuatan ratusan personel gabungan. Di antaranya dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Kepolisian, TNI, hingga relawan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore