Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 September 2026 | 03.22 WIB

Ratusan Siswa di Lombok Tengah Keracunan MBG, Yayasan Malah Salahkan Siswa yang Punya Maag

Sebagian murid SDN Beber mendapat perawatan dari petugas kesehatan Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9). (Dewi/Lombok Post) - Image

Sebagian murid SDN Beber mendapat perawatan dari petugas kesehatan Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9). (Dewi/Lombok Post)

JawaPos.com - Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 352 siswa di Batukliang, Lombok Tengah, mendapat sorotan berbeda dari pihak yayasan penyedia makanan. Alih-alih hanya menyoroti proses pengolahan dan distribusi, Yayasan Budi Sain Mangkling menyebut sebagian siswa yang memiliki riwayat maag seharusnya tetap sarapan dari rumah sebelum menyantap menu MBG.

Yayasan Budi Sain Mangkling diketahui menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu yang menyuplai MBG di sejumlah sekolah yang siswanya mengalami keracunan.

Menurut Pemilik Yayasan, Khaerudin, kondisi fisik anak yang belum terisi makanan serta riwayat penyakit maag berpotensi memperparah dampak saat mengonsumsi makanan yang kondisinya mulai menurun.

“Seharusnya tetap sarapan dari rumah,” cetusnya, dilansir Lombok Post (Jawa Pos Group), dikutip Sabtu (12/9).

Khaeruddin mengklaim seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Khaeruddin membenarkan menu yang disajikan saat kejadian adalah kebab, menu baru yang dihadirkan sesuai permintaan para siswa.

Makanan tersebut dimasak sejak dini hari, dikemas sekitar pukul 04.30 WITA, dan mulai diantar ke sekolah-sekolah pada pukul 07.00 WITA.

Adapun rentan waktu baik untuk dimakan yakni sebelum jam 09.00 WITA. Meski pihaknya sudah informasikan ke pihak sekolah, tapi ada sebagian sekolah yang terlambat membagikan.

“Terlebih campuran kebab adalah saus mayonis,” ujar Khaeruddin.

Ia menegaskan, label batas waktu konsumsi selalu ditempel pada tutup tempat makan (omprengan).

Mengenai desakan penutupan sementara operasional dapur SPPG milik yayasannya, Khaeruddin menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sembari menunggu hasil uji laboratorium BPOM.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore