
Ketua Umum MUI Jatim Prof KH Abd. Halim Soebahar (Dok Dadang Kurnia/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum MUI Jatim Prof. KH. Abd. Halim Soebahar mengungkap alasan mengeluarkan fatwa haram sound horeg. Semua itu lahir dari proses kajian yang panjang.
Mulai dari kajian teks, kondisi di lapangan, hingga klarifikasi dengan melibatkan berbagai pihak. "Fatwa MUI itu tidak ujug-ujug keluar dalam menyikapi persoalan. ada kajian teks, dari Quran, hadis, qaulul ulama, kaidah-kaidah," kata Abd. Halim di Surabaya, Kamis (10/9).
Setelah kajian teks, MUI melakukan kajian konteks untuk melihat kondisi faktual di lapangan. Tahap berikutnya adalah klarifikasi dengan menghadirkan sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai memiliki kompetensi terkait persoalan yang dibahas.
Terkait fatwa haram sound horeg, lanjutnya, pembahasan yang dilakukan tidak hanya melibatkan kalangan ulama maupun ahli kesehatan, tetapi aparat keamanan juga turut dilibatkan.
"Ada dari Polda, ada dari Kodam. Semuanya itu diskusi bersama dan memutuskan bersama," ucapnya.
Abd. Halim menegaskan, MUI tidak mempermasalahkan hiburan selama masih berada pada batas kewajaran. Namun, kata dia, persoalan muncul ketika penggunaan sound dalam parade sound horeg dilakukan secara berlebihan hingga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
"Meskipun ada yang dinilai menghibur masyarakat, tetapi banyak yang justru sangat dirugikan," ujarnya.
Abd. Halim menjelaskan, status haram sound horeg dikeluarkan utamanya berkaitan dengan besarnya mudarat yang ditimbulkan. Bahkan, bisa mengancam nyawa manusia. Padahal, kata dia, prinsip menjaga jiwa dalam syariat Islam harus ditempatkan di atas kepentingan hiburan.
"Yang namanya hifdzun nafs, menjaga jiwa, itu prioritas pertama dalam hukum syariat Islam. Jadi nggak boleh orang misalkan karena hiburan terus menafikan hifdzun nafs," jelasnya.
Ia melanjutkan, syariat Islam memiliki sejumlah prinsip perlindungan yang harus dijaga, antara lain jiwa, akal, keturunan, dan harta. Maka dari itu, persoalan sound horeg tidak lagi dipandang hanya dari seberapa keras suara yang ditimbulkan atau apakah masyarakat merasa terhibur atau tidak. Lebih jauh dari itu, yang menjadi persoalan utama adalah dampaknya terhadap orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022