
Gunung Sinabung mengalami erupsi yang disertai dengan awan panas guguran sebanyak dua kali dengan jarak luncur maksimum 3.000 meter pada Kamis (11/3). Pos Pantau Gunung Sinabung/Antara
JawaPos.com - Sejak erupsi terjadi pada Senin (31/8), aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah (pemda) mengajak warga keluar dari area berbahaya untuk masuk zona aman.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan terdampak erupsi seperti hujan abu vulkanik. Oleh petugas, mereka diajak untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, dari hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung mengalami peningkatan sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Baca Juga:Brace ke Gawang Ipswich Town, Alexander Isak: Liverpool Seharusnya Cetak Lebih Banyak Gol!
”Dampak aktivitas vulkanik saat ini dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara telah diarahkan mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran,” terang dia pada Sabtu (5/9).
Berdasar data terakhir pada Jumat (4/9), tercatat 208 kepala keluarga atau 650 jiwa berada dalam pendataan sebagai pengungsi. Sementara, kurang lebih 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
”Pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa abu vulkanik juga berdampak terhadap lahan pertanian masyarakat. Luasan dan tingkat kerusakan lahan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Untuk mendukung keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, BPBD Kabupaten Karo telah melakukan sejumlah langkah penanganan.
”Selain mengimbau masyarakat untuk keluar dari zona bahaya dan berpindah ke wilayah yang lebih aman, BPBD juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak debu vulkanik,” kata dia.
Koordinasi dalam penanggulangan dampak erupsi juga dilakukan bersama unsur TNI dan Polri. Salah satunya melalui Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. Patroli juga dilakukan di sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang untuk aktivitas maupun kunjungan.
”Termasuk kawasan Danau Lau Kawar. Dari hasil patroli, kawasan tersebut dipastikan tidak terdapat pengunjung,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022