Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 00.00 WIB

Transformasi Pariwisata Kalsel Menjadi Penggerak Ekonomi Banua

Bentang alam pegunungan Meratus menjadi magnet bagi wisatawan mengunjungi Kalsel. (Istimewa) - Image

Bentang alam pegunungan Meratus menjadi magnet bagi wisatawan mengunjungi Kalsel. (Istimewa)

JawaPos.com - Selama bertahun-tahun, kekayaan alam dan budaya Kalimantan Selatan telah menjadi magnet bagi jutaan wisatawan. Dari bentang alam pegunungan Meratus yang kini berstatus UNESCO Global Geopark, wisata sungai yang menjadi identitas Banua, hingga kekayaan budaya, religi, dan kuliner, semuanya menjadi modal besar.

Pemprov Kalsel melihat pariwisata dari perspektif yang lebih luas. Pariwisata tidak lagi diposisikan hanya untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Setiap program pembangunan yang kita laksanakan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk sektor pariwisata yang harus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Banua,” kata Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, di Banjarbaru.

Arah baru tersebut sejalan dengan target pembangunan RPJMD Kalimantan Selatan 2025-2029 yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi menuju target 8,1 persen pada 2029. Untuk mewujudkannya Dinas Pariwisata Kalsel menyusun peta jalan transformasi pariwisata daerah dengan melibatkan akademisi.

Potensi wisata Kalimantan Selatan terus berkembang dan mampu menarik jutaan perjalanan wisatawan setiap tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan lagi mendatangkan wisatawan, melainkan bagaimana setiap kunjungan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Iwan Fitriady menyebut, sektor pariwisata memiliki daya ungkit yang besar terhadap perekonomian daerah karena melibatkan berbagai sektor pendukung. Transformasi ini merupakan perubahan paradigma dalam pembangunan pariwisata.

”Sektor pariwisata bukan sekadar tentang kunjungan orang ke tempat wisata. Pariwisata adalah multi sektor yang memiliki daya ungkit luar biasa terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Setiap wisatawan yang datang akan menggerakkan sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga industri kreatif dan UMKM lokal kita,” ujar Iwan.

Mengubah Destinasi Pariwisata Menuju Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Keberhasilan pembangunan pariwisata kerap diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke suatu daerah. Semakin tinggi angka kunjungan, semakin dianggap berhasil pengembangan sektor tersebut.

Namun, saat ini pemerintah menyadari bahwa tingginya mobilitas wisatawan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan Masyarakat. Sebab, wisatawan hanya singgah dalam waktu singkat dan belum banyak memanfaatkan produk maupun jasa lokal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore