
Empat anak TK dan SD korban tenggelam di Sidoharjo dilarikan ke Puskesmas Jambon namun nyawa mereka tak tertolong, Jumat (6/2). (SUGENG DWI/RADAR MADIUN)
JawaPos.com - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo. Keceriaan siang hari pada Jumat (6/2) berubah seketika menjadi tangis histeris setelah empat orang anak ditemukan tak bernyawa di sebuah sungai kecil di tepian desa.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB ini melibatkan korban yang masih sangat belia. Diketahui, tiga korban merupakan siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan satu lainnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Peristiwa memilukan ini bermula saat para korban bermain bersama usai jam sekolah usai. Area sungai tersebut memang sering menjadi tempat bermain favorit anak-anak setempat. Namun, maut mengintai di balik tenangnya air sungai siang itu.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa para korban diduga tidak menyadari kedalaman air di titik tertentu.
"Jadi anak-anak tadi pulang sekolah main di tempat sungai tadi," ujar AKBP Andin.
Berdasarkan investigasi awal, kedalaman air di lokasi kejadian ternyata mencapai leher orang dewasa. Bagi anak usia TK dan SD, kedalaman tersebut tentu sangat mematikan.
"Tapi nggak tahu, tempat anak tadi main itu kolamnya setinggi leher orang dewasa. Bagi anak-anak tadi kan nggak nyampek (tenggelam)," jelas perwira menengah tersebut.
Upaya Penyelamatan yang Berakhir Pilu
Baca Juga: Jusuf Kalla Soroti Keputusan Indonesia Masuk Dewan Perdamaian: Ujungnya Harus Untungkan Palestina
Diduga kuat, salah satu anak terpeleset ke area yang dalam. Melihat temannya dalam bahaya, anak-anak lainnya mencoba menolong, namun justru ikut terperosok hingga keempatnya tenggelam bersamaan.
Para orang tua yang panik segera mengevakuasi buah hati mereka dan melarikannya ke Puskesmas terdekat sekitar pukul 12.00 WIB. Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka.
"Jadi yang membawa ke sini (Puskesmas) orang tuanya masing-masing. Dari laporan Puskesmas, saat sampai sana keempatnya sudah meninggal dunia," terang Kapolres.
Langkah Tegas Kepolisian: Mitigasi Area Bahaya
Menanggapi tragedi ini, Polres Ponorogo berencana melakukan pengamanan ekstra di lokasi yang kerap dijadikan tempat bermain tersebut.
Salah satu langkah nyata yang akan diambil adalah memasang pagar pembatas di area sungai yang memiliki kedalaman berbahaya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
