
Beasiswa hingga Kampus Internasional, Strategi Gubernur Khofifah Cetak SDM Unggul di Jatim. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta jiwa dan memiliki perguruan tinggi terbanyak kedua di Indonesia, Jawa Timur memiliki potensi besar melahirkan Generasi Emas.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Program Strata I, II, III, dan Sidang Senat Terbuka di Universitas KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Minggu (21/9).
Data 2022 menunjukkan baru 6 persen penduduk Indonesia yang menyelesaikan pendidikan tinggi. Karena itu, Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"Dengan cara apa? Kita punya program Jatim Cerdas. Sejak 2019, 6.876 santri dan mahasiswa menerima Beasiswa Santri Unggul jenjang S1, S2, S3 hingga S2 di Al-Azhar Kairo," ujar Khofifah di Mojokerto, Minggu (21/9).
Pemprov Jatim juga mengembangkan Program Double Track untuk menguatkan ekosistem pendidikan menuju World Class Education, memadukan pendidikan akademis dengan keterampilan vokasi.
"Kami menghadirkan kampus internasional seperti King’s College London di Malang dan Western Sydney University di Surabaya," tambahnya. Dengan upaya-upaya tersebut, kualitas pendidikan di Jatim terus meningkat.
Dari data BPS 2024, tercatat Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur mencapai 75,35, di atas rata-rata nasional 75,02, dengan Angka Harapan Lama Sekolah 13,43 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah 8,28 tahun.
Jawa Timur juga menjadi provinsi yang tiga tahun berturut-turut menjadi Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional, enam tahun berturut-turut peserta terbanyak se-Indonesia yang diterima PTN jalur SNBP.
“Namun yang lebih penting adalah bagaimana kekuatan ekonomi ditopang oleh SDM unggul, kreatif, dan inovatif yang berpijak pada ilmu, amal, dan ikhlas, sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” tegas Khofifah.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengajak wisudawan Universitas KH Abdul Chalim, untuk menjadi generasi inovatif, kreatif, dan adaptif, sekaligus berlandaskan pada prinsip Three Parted: Ilmu, Amal, dan Ikhlas.
“Pendidikan yang stagnan akan menghasilkan generasi yang tertinggal. Saya mengajak lulusan Universitas KH Abdul Chalim untuk terus mengembangkan ilmu, menebar amal bermanfaat, dan melakukannya dengan ikhlas. Selamat sukses semuanya," pungkas Khofifah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
