Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 15.58 WIB

Jadi Pejabat Publik, Gubernur Dedi Mulyadi Mengaku Tak Terima Sponsor di Konten YouTube Miliknya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku rugi Rp 150 juta per menit karena tidak bisa mengambil sponsor. (Kanal Youtube Lembur Pakuan) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku rugi Rp 150 juta per menit karena tidak bisa mengambil sponsor. (Kanal Youtube Lembur Pakuan)

JawaPos.com - Selain sebagai politikus, Dedi Mulyadi yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar) juga diketahui merupakan kreator konten. Bahkan sedikit banyak, popularitasnya disokong oleh konten-kontennya yanh kemudian viral.

Seperti yang banyak dilakukan beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi aktif membuat konten terkait kasus 'Vina Cirebon'. Dirinya membuat berbagai video terkait kasus tersebut mulai dari keluarga korban hingga terduga pelaku pembunuhan.

Konten tersebut tampak berhasil mengantarkan dirinya menuju popularitas sebelum pemilihan umum Gubernur Jabar. Selain itu, konten viral lainnya juga cukup punya porsi membuat elektabilitas dirinya terkerek.

Omong-omong soal konten, Gubernur Dedi Mulyadi menyebut kalau di YouTube, saat ini dirinya sudah tidak lagi menerima sponsor. Hal tersebut lantaran dia sudah menjabat sebagai Gubernur.

Dalam sambutannya di acara ulang tahun BJB yang ke-64, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku rugi. "Dan kalau dari sisi personality Dedi Mulyadi, saya sangat rugi bermitra dengan BJB," tuturnya kepada peserta undangan yang datang.

Dedi Mulyadi mengatakan, tidak bisa mendapatkan dana senilai Rp 150 juta per menit. "Kenapa? Karena saya pejabat, engga boleh saya dapat sponsor di channel saya, BJB. Engga boleh" lanjutnya yang disambut dengan gelak tawa.

Bank BJB, Dedi Mulyadi melanjutkan, dengan nikmatnya mendapat tayangan-tayangan tanpa bayaran. "Dan ini penting, kenapa? Marketing terbaik hari ini adalah Youtube dan TikTok," tegasnya.

Dedi Mulyadi menilai, saat ini tidak ada yang bisa berkompetisi dengan dua platform tersebut. "Engga ada yang bisa menyaingi hari ini, mau pake media apa, penontonnya udah engga ada," jelasnya.

Bahkan menurutnya, tayangan di kanal YouTube media mainstream, Dedi Mulyadi menerangkan, mengambil tokoh-tokoh populer. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore