Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 19.25 WIB

Dunia Dilanda Krisis Pangan, Indonesia Over Suplai Beras: Jatim Jadi Penopang Utama

Gubernur Khofifah saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Kabupaten Ngawi, Sabtu (24/5). (Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Khofifah saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Kabupaten Ngawi, Sabtu (24/5). (Pemprov Jatim)

JawaPos.com — Saat dunia menghadapi ancaman krisis pangan global, Indonesia justru menunjukkan ketangguhan. Bahkan, menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, negeri ini sedang berada dalam kondisi over suplai beras. Dan salah satu daerah penopang utamanya adalah Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Khofifah saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Kabupaten Ngawi, Sabtu (24/5). Mereka meninjau sentra produksi padi sekaligus pabrik beras PT Daya Tani Sembada di Desa Geneng, Kecamatan Geneng.

“Di saat dunia menghadapi krisis pangan, Indonesia bisa menjawab dengan kelebihan stok. Jawa Timur menjadi kontributor tertingginya,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data per 23 Mei 2025, cadangan beras di Gudang Bulog Jawa Timur mencapai 868.208 ton atau 22,45 persen dari total stok nasional. Angka itu menempatkan Jatim sebagai penyumbang cadangan beras terbanyak di Indonesia.

Kondisi ini tak hanya menunjukkan kekuatan Jatim, tapi juga menggambarkan solidnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan para petani.

Khofifah juga melaporkan bahwa sepanjang Februari hingga Mei 2025, Bulog Kanwil Jatim telah menyerap lebih dari 478 ribu ton setara beras dari target 585 ribu ton. Tingkat serapan itu sudah mencapai 81,76 persen.

“Capaian ini menjadi bukti nyata ketahanan pangan nasional yang kuat, bahkan saat negara-negara lain mulai kesulitan,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan ini harus dijaga bersama seluruh elemen di sektor pertanian, mulai dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), petani milenial, hingga pemerintah daerah.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ketahanan pangan Indonesia kini sedang dilirik negara lain. Beberapa negara bahkan mulai menjajaki pembelian beras dari Indonesia.

“Ini adalah peluang. Sekarang justru Indonesia yang menjadi jawaban atas kekhawatiran dunia soal pangan,” kata Amran.

Ia juga memuji peran besar Jawa Timur dalam pencapaian ini. "Jatim luar biasa, produktivitasnya tinggi, luas tambah tanamnya nomor satu nasional. Semua karena dukungan penuh Gubernur," tambahnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore