
IWAS alias Agus Buntung saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/12). (Lombok Post/ JPG)
JawaPos.com - Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual berinisial IWAS alias Agus Buntung secara tegas membantah telah melakukan tindakan pelecehan seksual.
Dia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memperkosa mahasiswi berinisial MAP yang kini didampingi oleh Ade Lativa dan organisasi Senyumpuan. Menurut dia, hubungan badan yang dia lakukan bersama MAP atas dasar suka sama suka.
Dikutip dari Lombok Post pada Rabu (4/12), Agus menyatakan bahwa dirinya sudah tidak ingin terlalu banyak bicara. Dia merasa heran lantaran baru belakangan ini MAP melapor.
Baca Juga: Presiden Korea Selatan Menghadapi Pemakzulan setelah Deklarasi Darurat Militer yang Dinilai Ceroboh
”Kenapa dilaporkan sekarang. Kenapa tidak dari dulu. Saya tidak ingin berbicara lebih banyak agar tidak salah ngomong,” kata dia dikutip Lombok Post (Jawa Pos Grup). Agus merupakan penyandang disabilitas tunadaksa, dia kini terseret kasus dugaan pelecehan seksual yang korbannya mencapai sepuluh orang.
Meski tegas membantah pernah melecehkan MAP dan memperkosa mahasiswi tersebut, Agus tidak membantah bahwa dirinya dan MAP pernah melakukan hubungan badan. Menurut dia, tindakan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Mereka berhubungan badan di salah satu homestay.
”Kami suka sama suka. Mungkin karena dia ditekan sama pacarnya, makanya dia melaporkan ini ke Polda NTB,” ucap Agus.
Dia pun menceritakan awal mula perkenalan dengan MAP. Yakni dari pertemuan pertama di Teras Udayana. Sempat ngobrol singkat, Agus mengaku meminta tolong untuk diantar ke kampus. Namun, MAP justru mengajaknya ke salah satu homestay.
Di tempat itulah mereka melakukan hubungan badan. ”Dia yang buka pintu, dia yang bukakan celana saya, dan pasangin lagi. Saya pertama kali berhubungan (badan) dengan dia. Tidak ada imbalan sama sekali,” kata Agus.
Di sisi lain, Ade Lativa mengaku kini sudah ada sepuluh orang korban yang mengaku jadi korban pelecehan seksual oleh Agus. Menurut Ade, para korban tindak kuat menghadapi respons warganet atas kasus tersebut. Apalagi tidak sedikit yang malah menyudutkan korban. Sehingga tekanan yang mereka alami kini bertambah. Kini mereka berdiri bersama organisasi Senyumpuan untuk mengungkap kasus tersebut.
”Kami yakin semua akan terbuka. Apalagi kalau saya lihat keterangan pelaku sekarang berubah-ubah. Awalnya dia bilang tidak pernah memperkosa dan merasa menjadi korbannya. Kemudian sekarang dibuat pernyataan suka sama suka,” terang Ade

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
