
DKP Kota Pekanbaru pantau penjualan anggur Shine Muscat di swalayan. (Pemkot Pekanbaru/Antara)
JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) memantau penjualan Anggur Shine Muscat. Hal itu terkait adanya informasi buah tersebut terkontaminasi pestisida di atas ambang yang diperkenankan.
Kepala DKP Pekanbaru Maisisco menjelaskan, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh komoditas pangan asal tumbuhan khususnya anggur muscat bebas dari kontaminasi zat-zat berbahaya. Pihaknya juga membawa sampel anggur untuk dilakukan pengujian di laboratorium milik DKP Pekanbaru.
”Kita ingin seluruh komoditas pangan asal tumbuhan yang beredar di Kota Pekanbaru dipastikan keaamanannya untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Maisisco seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru.
Pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di dua swalayan tersebut masing-masing terletak di Jalan Arifin Ahmad dan Jalan Sudirman Pekanbaru. Pengawasan dilakukan berdasar arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia.
Dalam tinjauannya, Maisisco menanyakan langsung dari mana asal anggur tersebut diambil dan perizinan yang dimiliki kepada pengawas swalayan. Pihaknya juga memantau ketersediaan stok anggur shine muscat di rak penjualan sembari memperhatikan kondisi dan kelayakan.
Pada salah satu swalayan juga ditunjukkan tentang izin yang diterbitkan Balai Karantina Tumbuhan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berisi tentang sejumlah prosedur dan persyaratan yang wajib dimiliki untuk importasi PSAT.
Maisisco berharap, para pelaku usaha untuk melengkapi penjualan pangan segar baik buah dan sayuran dengan memastikan PSAT yang dijual sudah mengantongi izin edar. Begitu juga dengan sayuran dan buah yang dijual petani di Kota Pekanbaru.
”Kita ingin mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengurus izin edar, khususnya pada para petani dan pelaku usaha lokal. Karena dengan demikian bisa dilakukan pengawasan terhadap komoditas pangan segar asal tumbuhan sebelum dipasarkan kepada konsumen,” tutur Maisisco.
Dia mengatakan berdasar keterangan Bapanas, anggur yang beredar sudah dilakukan pengawasan sesuai dengan Certificate of analysis (CoA) yang terbit. Bapanas juga sudah menginformasikan untuk komoditas anggur shine muscat tersebut dikategorikan aman untuk dikonsumsi.
”Adapun kita turun ini dalam rangka pengawasan. Hari ini juga akan kita lakukan pengujian atas sampel yang diambil dari beberapa retail untuk dibawa ke laboratorium. Selanjutnya hasil pengecekan di laboratorium akan kita kirimkan kembali ke Bapanas sebagai bagian dari proses pengawasan di lapangan,” jelas Maisisco.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
