
Ilustrasi PPDB SMA/SMK dan SLB Jatim 2024.
JawaPos.com–Jalur zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2024 sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala UPT Teknologi Informasi Komunikasi dan Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mustakim.
”Dengan kuota 50 persen, ini terbagi dalam persentase 30 persen zonasi radius berdasar titik lokasi tempat tinggal calon peserta didik baru. Dan 20 persen adalah zonasi sebaran di mana semua kelurahan yang terdaftar dalam satu zonasi akan kebagian jatah untuk masuk di sekolah yang berada di zonasi yang sama,” kata Mustakim seperti dilansir dari Antara.
Selain jalur zonasi, siswa bisa memilih jalur prestasi nilai akademik. Yakni pemeringkatan berdasar persentase penjumlahan antara nilai rapor dengan bobot 50 persen, ditambah dengan nilai akreditasi sekolah 20 persen dan 30 persen dari nilai indeks sekolah asal.
”Nilai indeks sekolah asal merupakan rata-rata nilai kakak kelas dari SMP asal yang kini bersekolah di SMAN dan SMKN se-Jawa Timur,” ujar Mustakim.
Selain kedua jalur tersebut, disediakan juga jalur afirmasi bagi siswa tidak mampu, jalur prestasi hasil lomba, juga jalur pindah tugas orang tua bagi siswa yang orang tuanya dipindahtugaskan minimal antar kabupaten/kota.
Bagi hafidz Alquran dan ketua OSIS juga disediakan Golden Ticket dengan kuota masing-masing satu CPDB di setiap lembaga sekolah.
Tahun ini, ada sebanyak 677.530 lulusan SMP sederajat yang tercatat bakal mengikuti PPDB SMA/SMK negeri di Jawa Timur. Rinciannya lulusan SMP sebanyak 394.844 siswa, MTs 198.942 siswa, lulusan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) 59.532 siswa, lulusan pondok pesantren 21.624 siswa, serta sanggar kegiatan belajar (SKB) 2.588 siswa.
Jumlah tersebut belum termasuk lulusan tahun sebelumnya yang juga masih diberi kesempatan mengikuti PPDB dengan batas usia calon peserta didik (CPD) 21 tahun. Jumlah lulusan SMP sederajat tersebut mereka akan berebut kursi PPDB melalui berbagai jalur yang tersedia. Mulai jalur afirmasi dengan kuota 15 persen, pindah tugas orang tua 5 persen, prestasi jalur lomba 5 persen, zonasi SMA 50 persen, prestasi akademik SMA 25 persen. Kemudian Zonasi SMK 10 persen, dan Prestasi akademik SMK 65 persen.
Sedangkan total pagu yang tersedia untuk 417 SMAN di Jatim tercatat 122.736 kursi untuk tahun 2024 dan 130.791 kursi untuk SMKN dengan jumlah lembaga sebanyak 297 lembaga dan 1.727 bidang keahlian.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
