Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 13.53 WIB

Izin Pernah Dicabut Kemenhub, Ini Profil dan Sejarah Bus Sugeng Rahayu, Terbaru Tewaskan Pemotor di Sidoarjo

Nama PO Bus Sugeng Rahayu sedang ramai dibicarakan karena insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka. (Instagram mediabismania) - Image

Nama PO Bus Sugeng Rahayu sedang ramai dibicarakan karena insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka. (Instagram mediabismania)

JawaPos.com - Nama PO Bus Sugeng Rahayu tengah ramai diperbincangkan masyarakat, setelah terjadi kasus kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka dengan pengendara motor hingga tewas, di Jalan Raya Letjend Sutoyo.

Terbaru, sopir bus Yudi Andriawan yang berusia 31 tahun ditetapkan menjadi tersangka. Mengutip Radar Sidoarjo, pada Selasa (30/1), Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Ony Purnomo mengungkapkan bahwa sopir diputuskan bersalah, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

"Sopir sudah ditetapkan jadi tersangka. Akan kita limpahkan berkasnya ke kejaksaan," ujarnya. Diketahui, tersangka berasal dari Desa Kurahan, Kecamatan Ronggot, Kabupaten Nganjuk.

PROFIL SUGENG RAHAYU

Nama Bus Sugeng Rahayu tentu tidak asing di telinga masyarakan sepanjang Jalan Nasional Surabaya-Yogyakarta. Sebab, bus tersebut menjadi kendaraan umum yang diandalkan oleh warga seputaran Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY, yang meliputi kota seperti Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Solo, hingga Jogja.

Bus Sugeng Rahayu adalah bagian dari armada milik grup perusahaan transportasi yang berbasis di Sidoarjo Jawa Timur, Sumber Group.

Armada bus Sumber Group, yang meliputi Sugeng Rahayu dan Sumber Selamat, dikenal denagn tarifnya yang terjangkau, sehingga banyak diminati ketimbang kompetitornya. Selain itu, mereka juga mempunyai bus kelas ekonomi dan non ekonomi (patas, lewat tol dan dapat makan).

Dulu, Sugeng Rahayu bernama Sumber Kencno yang selama bertahun-tahun menjadi penguasa jalanan di rute Surabaya-Yogyakarta. Mereka dicap sebagai penguasa jalanan karena kebiasaan ngebut dan menggunakan lajur yang tidak sesuai, sehingga membuat pengendara yang berlawanan arah dipaksa untuk lebih berhati-hati.

Lantaran hal tersebut, Bus Sumber Kencono kerap mengalami kecelakaan lalu lintas, sehingga muncul stigma buruk dari masyarakat kepada mereka. Bahkan, masyarakat merubah nama mereka menjadi Sumber Bencono.

Karena image buruk tentang Sumber Kencono telah melekat di benak masyarakat, sehingga Sumber Group yang telah berdiri sejak 1981, melakukan re-branding menjadi Sugeng Rahayu pada tahun 2013, juga untuk armada lain yang dinamai Sumber Selamat.

Nama Sugeng Rahayu sendiri memiliki makna ‘Sejahtera’, atau ‘Jauh dari Musibah’. Sedangkan Sumber Selamat berarti ‘mengharapkan nasib baik’.

IZIN PERNAH DICABUT KEMENHUB

Sebelum re-branding, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jawa Timur (Kemenhub) sempat mencabut izin Sumber Kencono di tahun 2011, lantaran kerap mengalami kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore