
Pedagang kaki lima (PKL) dikawasan Jalur Lintas Selatan Tulungagung.
JawaPos.com – Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk menertibkan dan mengindahkan jalanan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Berbarengan dengan itu juga berbagai respon penolakan mencuat dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) disana yang terkena imbas penertiban dan relokasi.
Padahal, baru beberapa waktu lalu PKL di JLS Tulungagung tepatnya di Kecamatan Kalidawir telah di tertibkan oleh tim dari Pemerintah Kecamatan Kalidawir, Polsek, Danramil, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kades.
Dari penertiban yang dilakukan pada Rabu (10/1) tersebut, sebanyak 63 warung liar telah direlokasi ke tempat baru. Sebanyak 10 warung lainnya masih berdiri (dikonfirmasi sebelum pukul 12.00 WIB, pada Rabu (10/1)).
Namun, hal itu agaknya tak berlangsung lama. Sebab, masih ada saja PKL yang bandel dan tetap berjualan di tepi jalan JLS Tulungagung di Kecamatan Kalidawir, yang lokasinya dekat dengan pantai Sine.
Seperti dalam sebuah video unggahan instagram Radar Tulungagung (JawaPos Grup), memperlihatkan PKL yang nekat berjualan di wilayah tersebut dengan menggunakan mobil pribadi serta pengunjung yang datang silih berganti.
Yang membuat epik adalah, kenyataan bahwa video tersebut diambil pada Sabtu (13/1), tepat tiga hari saja setelah penertiban dilakukan oleh Satpol PP Tulungagung bersama Perhutani KPH Blitar pada Rabu (10/1).
Kondisi miris ini tentu sangat membahayakan para pengguna jalan disana. Pasalnya, jika dilihat lebih jelas, jarak antara PKL tersebut dengan aspal jalan sangatlah berdekatan.
Video tersebut sontak membuat warganet geleng-geleng kepada. Beragam komentar pun turut memenuhi postingan tersebut. Salah satunya seperti aku instagram @baht***, yang menyetujui adanya penertiban yang dilakukan pemerintah.
Menurutnya hal tersebut jelas sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Bahaya poll. Setuju ditertibkan saja min. Menghindari kecelakaan lalulintas,” tulis @baht***.
Selain itu, akun instagram @tauf*** pun turut menyayangkan keberadaan PKL di JLS Tulungagung yang dapat mengganggu pengguna jalan. “Kui bahaya seandaine tiba-tiba mobil atau motor pecah ban nyeleot” tulisnya.
***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
