Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 22.03 WIB

BBMKG Awal Musim Hujan di Bali Pertengahan November

Ilustrasi mendung di kawasan Pancasari, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (31/7). - Image

Ilustrasi mendung di kawasan Pancasari, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (31/7).

JawaPos.com–Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan awal musim hujan di Bali terjadi pada pertengahan November di 12 zona musim dari total 20 zona musim.

”Awal musim hujan di Bali pada November mulai pada dasarian dua sampai tiga,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Al Roniri seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Kamis (5/10).

Ada pun 12 zona musim yang diperkirakan lebih dulu mengalami musim hujan yakni sebagian besar wilayah Jembrana, Jembrana bagian utara, Buleleng bagian tengah, Jembrana bagian timur, Tabanan bagian barat, Buleleng bagian selatan, dan Tabanan bagian utara.

Kemudian Badung bagian utara, Gianyar bagian utara, Bangli bagian tengah, Buleleng bagian tengah dan selatan, Tabanan bagian utara, dan Badung bagian utara. Selain itu, Bangli bagian utara dan tengah, Karangasem bagian barat, Buleleng bagian tenggara, Bangli bagian utara dan timur, Karangasem bagian barat, Bangli bagian selatan, Tabanan bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Badung bagian tengah, Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan, dan Klungkung bagian utara.

Sedangkan delapan zona musim yang diperkirakan menyusul terjadi hujan yakni pada 10 hari pertama Desember hingga akhir Desember meliputi Jembrana bagian barat, Buleleng bagian barat, Buleleng bagian utara, Bangli bagian utara dan timur, Karangasem bagian utara, dan Karangasem bagian timur. Selanjutnya Karangasem bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Badung bagian selatan, Gianyar bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Denpasar, dan Nusa Penida.

Aminudin Al Roniri menyebut, BBMKG Denpasar memperkirakan puncak musim hujan di Bali terjadi pada Januari 2024. Curah hujan diperkirakan pada rentang 500-600 milimeter per bulan.

”Perlu diwaspadai dampak bencana hidrometeorologi di antaranya banjir dan tanah longsor,” tutur Aminudin Al Roniri.

Menurut dia, hanya satu zona musim yakni Karangasem bagian selatan yang diperkirakan puncak musim hujannya terjadi pada Februari 2024.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya menambahkan, sebanyak 90 persen atau 18 zona musim di Bali mundur mengalami musim hujan dibandingkan dari kondisi normalnya atau periode musim hujan lebih pendek. Hal itu disebabkan fenomena El Nino. Musim hujan yang lebih pendek tahun ini diperkirakan memiliki selisih dua hingga tiga dasarian atau 20 hari hingga 30 hari.

”Artinya, musim kemarau akan lebih panjang dibandingkan musim hujan. Namun, kabar baiknya musim hujan ini sifatnya normal,” terang I Nyoman Gede Wiryajaya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore