Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 16.50 WIB

Waspada! 11 Ruas Jalan Ini Jadi Titik Kemacetan di Surabaya, Dishub Beberkan Penyebabnya

Potret kemacetan di Jalan Ahmad Yani Surabaya saat jam berangkat kerja.

 
JawaPos.com - Surabaya yang merupakan salah satu kota megapolitan di Indonesia belum bisa lepas dari permasalahan kemacetan.
 
Dinas Perhubungan Kota Surabaya telah memetakan sejumlah ruas jalan yang sering mengalami kemacetan di wilayah setempat, dan mencatat setidaknya ada sebelas titik kepadatan.
 
"Titik kemacetan ada di Jalan Raya Wonokromo, Jalan Dupak, Jalan Romokalisari, Jalan Kapasari, Jalan Jemur Andayani, Jalan Dr Ir H Soekarno atau MERR. Selain itu, Jalan Rolak Gunungsari, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Raya Benowo, Jalan Banyu Urip, dan Jalan Tunjungan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, Senin (2/10) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
 
 
Meskipun demikian, masih kata Tundjung, kemacetan kesebelas titik itu terjadi pada waktu tertentu, dan beberapa ruas jalan terjadi kemacetan saat pagi hari antara pukul 07.00-09.00.
 
"MERR, Jalan Rolak Gunungsari, dan Jalan Ahmad Yani yang sering langganan macet. Jadi kalau siang, macet terjadi di wilayah yang dilewati kendaraan besar, sedangkan sore hampir semua jalan tersebut macet," jelasnya.
 
Tundjung melanjutkan, faktor penyebab kepadatan tersebut antara lain tingginya volume kendaraan saat aktivitas berangkat dan pulang kerja.
 
 
Selain itu, ada juga laju kendaraan dari wilayah luar Surabaya, sehingga menumpuk di beberapa ruas jalan tersebut.
 
"Kalau Jalan Tunjungan macet karena aktivitas masyarakat dan mobilitas pekerja kantoran yang tinggi," ucapnya.
 
Selain itu, kepadatan juga dipicu kondisi jalan. Salah satunya adalah bottleneck, misalnya Jalan Wonokromo yang menjadi pertemuan dua arus pengendara.
 
 
"Ada rencananya skema baru di beberapa titik untuk mengurai kemacetan ini. Sekaligus upaya Pemkot mengurangi polusi," kata Tundjung.
 
Menanggapi kemacetan di kota Surabaya, Pengamat Transportasi Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto menuturkan, langkah Pemkot Surabaya untuk mengurai kemacetan belum optimal.
 
Kehadiran angkutan umum yang diharapkan bisa mengurangi volume kendaraan pribadi, belum memberi dampak signifikan karena tidak seiring dengan kultur masyarakat yang terbentuk.
 
 
"Banyak cara untuk mengurangi kemacetan, pelebaran, pembangunan ruas baru, flyover, underpass, macam-macam. Kalau bicara transportasi publik, kita harus melihat bagaimana budaya masyarakatnya. Tapi awalnya memang harus dipaksa agar menjadi terbiasa," tegas Bambang.
 
Sementara itu, untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polrestabes Surabaya turut menempatkan personilnya di sejumlah titik tersebut.
 
"Tindakan yang kami lakukan adalah menempatkan personil, terutama di jalan MERR, Rolak Gunungsari, dan Jalan Ahmad Yani. Ketiga jalan itu sangat padat pada pagi dan sore," ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore