Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Mei 2023 | 21.58 WIB

Bertemu Perwakilan Netherland Enterprise, Wagub Jatim Bahas Kerja Sama

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bertemu perwakilan Netherland Enterprise membahas kerja sama di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/5) malam. - Image

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bertemu perwakilan Netherland Enterprise membahas kerja sama di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/5) malam.

JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bertemu Netherland Enterprise yang diwakili manager partners for water Wendele Van der Wiele dan lead partners for water Indonesia Simon Van Meijeren di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/5) malam.

Pertemuan tersebut, membahas kemajuan kerja sama antara Jawa Timur dan Belanda dalam merancang strategi penanganan sungai. Juga mematangkan revitalisasi Sungai Kalimas di Surabaya dan penanganan ekosistem tambak di Sidoarjo.

”Fase satu untuk Welang Rejoso telah menghasilkan solusi nature based untuk mitigasi banjir yang akan dimatangkan desainnya di fase dua yang sedang berjalan. Sasaran berikutnya adalah penanganan Kalimas Surabaya dan Pesisir Sidoarjo,” tutur Wagub Emil.

Pemprov Jatim sudah menjalin kerja sama terkait sungai dengan Belanda tiga tahun lalu. Memasuki 2023, ada dua kegiatan yang menjadi fokus, pertama penanganan revitalisasi Kalimas di Kota Surabaya sebagai wujud mempertahankan kultur dan budaya.

Output kerja sama itu, kata Wagub Emil, mencari komitmen pemerintah dan pihak Belanda untuk menata dan mendetailkan kultur heritage di Sungai Kalimas.

”Restorasi Kalimas Surabaya meliputi ruas dermaga, siola, muara, rumah pompa Petekan dengan tetap memperhatikan keseimbangan ruang untuk sungai dan ruang sosial,” kata Wagub Emil.

Sejauh ini, pembahasan revitalisasi Kalimas sudah dilakukan. Terbaru, pada 31 Januari, pihak terkait bersama koordinasi tim expert Belanda memasuki tahap pembahasan hasil FGD Kalimas serta rencana desain.

”Tinggal bagaimana huniannya ditata ulang oleh tim dari Belanda,” ujar Emil.

Selain revitalisasi Kalimas, lanjut dia, pembahasan lain yang menjadi fokus mengenai pengendalian banjir melalui normalisasi sungai untuk mendukung budi daya tambak di Kabupaten Sidoarjo. Berdasar hasil pengkajian dari tim expert Belanda, menurunnya produktivitas budi daya perikanan akibat degradasi lingkungan.

”Lumpur Sidoarjo membuat penurunan muka tanah dan perubahan morfologi sungai. Ketiga, masalah utama kualitas air di tambak yang disebabkan polusi, sampah dan salinitas air,” papar Emil.

Lebih lanjut disampaikan Wagub Emil, untuk mendukung revitalisasi budi daya tambak rakyat, disepakati penerapan dilakukan konsep building with nature pada normalisasi muara sungai dan saluran pembuang.

”Diharapkan dukungan fisik dari mereka membantu kami mewujudkan penataan dan perencanaan secara baik,” tutur Emil. 

Dari hasil riset tersebut, Wagub Emil mengatakan, tim expert Belanda memberi beberapa solusi. Di antaranya mengadakan pelatihan/sekolah lapang tambak untuk petambak/pengelola/pandega melalui metode leisa dan mol (limbah hasil fermentasi cair dari sayuran, buah, dan daun) organik untuk memperbaiki kualitas tanah dan air.

Selain itu, menciptakan lahan basah untuk menyimpan air (kolam retensi). Monitor pasang surut dan salinitas di Teluk Permisan dan hulu Sungai Kepetingan. Sebab, pengerukan sedimen dirasa kurang efektif akibat tingginya pasang surut.

”Semua studi dilakukan teman-teman Belanda dan sudah berjalan serta tahap finalisasi. Diharapkan dukungan fisik dari mereka membantu kami mewujudkan penataan dan perencanaan secara baik,” ucap Emil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore