Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 00.46 WIB

Perempuan Baik Itu Berpulang, Cukup! Jangan Ada Lagi Korban Bom Ikan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Tutik, korban ledakan bom ikan di Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akhirnya meninggal dunia. Perempuan 50 tahun itu berpulang pada Selasa (18/10) pukul 22.00 WIB, setelah dua hari dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Jenazah korban dimakamkan di TPU desa setempat, Rabu (19/10), pukul 10.00 WIB. Keluarga, warga dan beberapa petugas turut mengiringi pemakaman korban. Adapun Hasim, suami Tutik, tidak tampak. Pria yang akrab dipanggil warga dengan sebutan Pak Haji Hasim itu sedang dicari polisi. Sebab, dia menjadi saksi kunci dalam insiden tersebut.

Sebelum dimakamkan, korban terlebih dulu disalatkan di musala sebelah rumahnya. Hanya berjarak sekitar 20 meter. Rumah itulah yang meledak dan menggegerkan warga kampung Senin (17/10) lalu.

Gus Lukman, perwakilan keluarga korban meminta maaf kepada seluruh warga yang hadir. Utamanya kepada para tetangga dan aparat penegak hukum. “Kami mewakili keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. Tetangga, aparat kepolisian, dan masyarakat secara keseluruhan atas kejadian ini,” katanya seperti dilansir Jawa Pos Radar Bromo (21/10).

Menurut dia, keluarga menyerahkan urusan hukum sepenuhnya pada aparat yang berwenang. Dan pihaknya husnuzan serta bersaksi bahwa almarhumah adalah sosok yang baik. Bahkan, pernah berjasa untuk kegiatan sosial umat.

Sementara itu, Camat Gondangwetan Hari Hijroh mengatakan, kabar meninggalnya korban Tutik didapat sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (18/10). Saat itu, posisinya berada di rumah sakit di Surabaya. Korban meninggal karena menderita luka parah. Luka bakar yang dialami mencapai 80 persen, hampir memenuhi sekujur tubuhnya.

“Korban langsung dibawa ke rumah duka malam itu juga. Kira-kira sampai di rumah pukul dua dini hari,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban langsung dilarikan oleh suaminya ke RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan, sesaat setelah bom ikan meledak di rumahnya, Senin (17/10). Karena lukanya parah, lantas dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya. Namun, takdir berkata lain. Korban hanya bertahan sekitar satu setengah hari, sebelum akhirnya menghadap Sang Pencipta.

 Polisi Menduga Hasim Masih di Pasuruan

Insiden ledakan bom ikan atau bondet di Bajangan Kulon, Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, itu masih menjadi pekerjaan rumah bagi Korps Bhayangkara. Sampai saat ini, polisi masih memburu Haji Hasim. Sampai sejauh ini, pemilik rumah itu belum berhasil ditemukan.

Kepolisian sudah menetapkan Hasim sebagai tersangka. Lantas kemana jejak Hasim? Polisi menduga, Hasim masih berada di sekitaran Pasuruan. Sebab, Hasim juga diketahui memiliki rumah lain di Kota Pasuruan. “Masih dilidik sekitar Pasuruan,” kata AKP Bima Sakti, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota saat ditanya soal perburuan Hasim, seperti dilansir Jawa Pos Radar Bromo.

Bima juga menjelaskan, hasil labfor dari barang-barang sitaan yang diduga sebagai bahan dasar membuat bom ikan, masih belum keluar. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Jatim. Dia menyebut, kemungkinan hasilnya akan keluar dalam waktu dekat. “Sesegera mungkin,” kata Bima.

Kasus ledakan bom ikan di Pasuruan itu, bukanlah kali pertama. Sudah kerap terjadi dan memakan korban jiwa. Saat ini, barang berbahaya yang digunakan nelayan mencari ikan dengan cara instan tersebut, ditengarai masih banyak beredar. Karena itu polisi berharap masyarakat melapor, jika menemukan orang yang memproduksinya.

Bima mengatakan, kepolisian berharap masyarakat turut berperan dalam menekan peredaran bom ikan. Sebab, barang tersebut itu sangat berbahaya. Bukan hanya untuk ekosistem laut. Tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan manusianya. Sudah cukup. Jangan ada korban lagi. ’’Saat digunakan maupun saat proses pembuatan. Sudah banyak contohnya,” tegasnya.

Dia menegaskan, kalau ada yang mengetahui pembuatan bom ikan, masyarakat tidak perlu ragu untuk segera melapor. Polisi berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami jamin identitas pelapornya, rahasia,” terangnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore