Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Oktober 2022 | 10.37 WIB

Chant Suporter Arema dan Persebaya Bergema di Stadion Kanjuruhan

Suporter dari berbagai wilayah berkumpul di Stadion Kanjuruhan Malang. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Suporter dari berbagai wilayah berkumpul di Stadion Kanjuruhan Malang. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–”Bonek Arema, kita sodara! Bonek Arema, kita sodara!”

Chant perdamaian antara suporter Arema dan suporter Persebaya, bonek, menggema di Stadion Kanjuruhan Malang. Chant itu digemakan dalam acara tahlil dan pengajian akbar 7 hari pecahnya tragedi Kanjuruhan Malang, Jumat (7/10).

Suporter Arema tampak guyub dengan beberapa perwakilan suporter dari berbagai wilayah. Beberapa di antaranya, Deltras Mania, suporter dari Sidoarjo FC; Persela, suporter Lamongan FC; Bobotoh, suporter Persib, dan banyak lagi.

”Selamat datang Bonek Mania! Salam satu nyali! Wani!" Seru suporter Arema sambil mengangkat syal suporter dari berbagai wilayah.

Gema perdamaian itu bersanding dengan salawat dan Yaasin serta Tahlil yang dibacakan di seluruh penjuru Stadion Kanjuruhan Malang. Puluhan ribu suporter itu hadir di Stadion Kanjuruhan untuk mengirimkan doa pada 131 korban meninggal dunia dari tragedi Kanjuruhan.

Meski gerimis turun, suporter Arema bersama suporter dari wilayah lain terus menggemakan doa ke tiap sudut Stadion Kanjuruhan. Mereka juga menggantungkan syal mereka di tiap gate, tempat para suporter berupaya keluar dari dalam stadion dan menyelamatkan diri dari gas air mata.

”Ini jadi bukti bahwa semua persaingan hanya 90 menit di dalam stadion. Selebihnya kita semua saudara,” kata salah satu suporter.

Bukan hanya suporter dewasa, banyak anak yang ikut berdoa. Beberapa di antaranya masih berusia 5 tahun. Salah satunya adalah KP, 3.

”Saya bawa anak saya untuk berdoa bersama,” kata LS, 30, ayah dari KP.

KP dipanggul di atas pundak LS sambil menyanyikan chant suporter. KP beberapa kali tertawa lepas.

Beberapa suporter yang hadir juga mengenakan atribut dari wilayah lain. Ada suporter yang mengenakan baju hijau yang menjadi warna simbol bonek.

Gelaran pengajian bersama malam itu (7/10) seolah menyiratkan bahwa tidak ada lagi permusuhan di dunia suporter. Seluruh suporter yang hadir juga saling berdoa supaya tak ada lagi tragedi serupa di dunia sepak bola Indonesia.

”Kami berharap supaya tidak ada lagi kasus serupa. Salam satu jiwa! Arema!" Seru Anto, salah satu senior suporter Arema sebelum menutup acara.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore