Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 September 2022 | 03.54 WIB

Jenguk Korban Jembatan Gantung, Khofifah Janjikan Jembatan Baru

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemui salah seorang korban jambatan putus di Probolinggo. Pemprov Jatim for JawaPos - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemui salah seorang korban jambatan putus di Probolinggo. Pemprov Jatim for JawaPos

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menengok korban putusnya jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, di RSUD Waluyo Jati, Kabupaten Probolinggo, Minggu (11/9). Jembatan itu putus pada Jumat (9/9).

Dalam musibah tersebut, tercatat ada 40 siswa dan 1 orang guru menjadi korban. Dari proses evakuasi, terdapat 16 orang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD Waluyo Jati. Sebanyak 11 orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 5 orang lainnya telah diperbolehkan pulang rawat jalan. Sedangkan, 26 korban lainnya tercatat mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pajarakan.

Khofifah memastikam penanganan baik di sisi rekonstruksi jembatan serta korban yang sedang dirawat di RSUD Waluyo Jati, Kabupaten Probolinggo. Gubernur telah menginstruksikan OPD terkait di antaranya Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air, dan BPBD Jatim untuk melakukan exercise mendalam, utamanya penyiapan jembatan gantung pengganti. Hal itu mengingat, jembatan tersebut merupakan penghubung masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan.

”Saya sudah meminta jajaran OPD terkait, untuk segera meng-exercise upaya-upaya penyiapan jembatan gantung pengganti. Insya Allah dimungkinkan dengan BTT Pemprov Jatim. Karena jembatan gantung ada di E-Catalogue, insya Allah bisa dilakukan dalam waktu dekat,” tegas Gubernur Khofifah.

Opsi penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT), bisa menjadi solusi cepat guna penanganan yang efektif bagi pemulihan koneksitas warga Pajarakan dan Kraksaan. Selain itu, Khofifah juga memastikan, pemberian layanan kesehatan bagi seluruh korban harus benar-benar optimal.

”Karena mayoritas korban merupakan pelajar, layanan trauma healing bagi seluruh korban. Pelayanan kesehatan dan trauma healing saya minta agar diperhatikan baik-baik," ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah berharap agar para siswa dan masyarakat di sekitar jembatan bisa segera pulih dan tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti sedia kala. Dengan kerja keras seluruh elemen, diharapkan penanganan insiden putusnya Jembatan Gantung Desa Kregenan bisa dilakukan semaksimal mungkin.

”Kita harap juga agar proses belajar mengajar bisa tetap berjalan, sementara masyarakat bisa mencari opsi jembatan yang tidak jauh dari sini,” tutur Khofifah.

Kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, Gubernur Khofifah secara khusus menginstruksikan agar dilakukan assessment secara menyeluruh terhadap jembatan gantung.

Usai meninjau lokasi jembatan putus, Gubernur Khofifah juga menjenguk langsung seluruh korban yang menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati. Kepada seluruh korban, gubernur memberi semangat, khususnya bagi dua orang korban yang akan menjalani operasi.

”Semoga segera pulih dan bisa kembali bersekolah. Amin,” ucap Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono menyatakan, seluruh biaya penanganan kesehatan para korban ditanggung Pemkab Probolinggo. ”Jadi semua biaya gratis dan akan ditanggung pemkab melalui APBD,” terang Soeparwiyono.

Dia memastikan, sesuai dengan arahan Gubernur Khofifah, akan segera mempercepat exercise guna pembangunan jembatan gantung pengganti di Kecamatam Pajarakan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore